14 Desa di Banjarnegara Laksanakan Pilkades Serentak

Warga mengikuti pilkades di Desa Blambangan Kecamatan Bawang Banjarnegara.(foto/ahr)

Reportase.tv,Banjarnegara – Sebanyak 14 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Rabu, (27/10/2021) baru selesai menyelenggarakan Pilkades. Dengan jumlah DPT sebanyak 36.779 orang yang tersebar di 90 TPS, pesta demokrasi desa itu diikuti oleh 43 calon kepala desa (38 laki-laki dan 5 perempuan).

Rinciannya desa-desa di Kabupaten Banjarnegara yang ikut pilkades tahap I tahun 2021, adalah Desa Kutayasa dan Blambangan (Kecamatan Bawang), Desa Bandingan (Sigaluh), Desa Sered (Madukara), Kecepit (Punggelan), Desa Kecitran (Purwareja Klampok), Desa Simbang (Mandiraja), Desa Berta (Susukan), Desa Tempuran 9 Wanayasa), Desa Pingit lor (Pandanarum), Desa Karangsari dan Ratamba (Pejawaran), serta Desa Karangtengah dan Pasurenan (Batur).

Plh bupati Syamsudin saat meninjau pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Bawang berpesan agar semua kandidat Kepala Desa dan masyarakat  bisa menjaga situasi dan kondusi sampai selesai dengan aman dan damai.

“Kami berharap, pesta demokrasi ini aman lancar, tanpa kendala, sukses dan menghasilkan kepala desa terpilih yang berkualitas,” katanya

Kepala Dispermades PPKB Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, kepada media mengatakan, pelaksanaan Pilkades secara umum berjalan dengan aman dan lancar.

“Alhamdulillah Pilkades serentak di 14 desa berjalan lancar. Tidak ada gejolak yang berarti. Prokes juga tertib, secara keseluruhan aman dan damai,” kata Hendro.

Hendro juga menjelaskan, Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa juga melakukan pantauan secara daring dan webinar.

Sebelumnya Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa menyambut baik langkah-langkah strategis Pemerintah Kabupaten, Banjarnegara, Sumedang, Indragiri Hulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Bantaeng dalam menciptakan kondisi pilkades serentak yang aman, tertib, dan bebas covid-19.

Kemendagri berharap ke depannya akan semakin banyak daerah yang menggunakan metode e-voting dalam pelaksanaan pilkades serentak sebab metode tersebut memiliki banyak kelebihan diantaranya lebih efisien dari segi waktu dan SDM yang digunakan, aman, meminimalisir penggunaan kertas suara, dan meminimalisir kecurangan.(ahr)