First Blow PLTP Small Scale Dieng, GeoDipa Energi Akan Menambah Pasokan Produksi 130 MW

Direktur Utama PT. Geodipa Energi (Persero) bersama dengan tamu undangan melihat langsung First Blow Small ScaleDieng di Dusun Siterus, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.(foto/anhar)

Reportase.tv,Banjarnegara – PT Geo Dipa Energi (Persero) melakukan First Blow Small Scale sebagai tahapan uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Small Scale 10 MW di area PLTP Small Scale yang bertempat di Dusun Siterus, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Ujicoba tersebut dilakukan sebelum PLTP  Dieng Small Scale resmi dioperasikan.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengatakan,  PLTP Small Scale Dieng merupakan pembangkit skala kecil pertama Indonesia yang ditargetkan beroperasi secara komersial di akhir tahun 2020. Sehingga GeoDipa akan menambah pasokan produksi listriknya sebesar 130 MW.

Pembangunan smale scale ini bisa berjalan dengan lancar karena didukung dengan pendaaannya yang bagus dari PISP (Pengembangan  Infrastuktur Panas bumi).

“Tambahan pasokan ini merupakan pemenuhan kewajiban GeoDipa untuk mengembangkan kontrak area Dieng hingga 400 MW,” kata Riki kepada media usai meninjau langsung Small Scale pada Kamis (22/04).

Riki menambahkan, Pembangunan PLTP Small Scale Dieng 10 MW tersebut  juga merupakan salah satu upaya dan komitmen yang dilakukan GeoDipa untuk mendukung program pemerintah.

Unit 1 55 MW tambah 10 MW 65 MW, nanti akan kita bicarakan  dengan PLN berkaitan dengan produksi dan penjualannya.

Presiden Direktur sekaligus CEO PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) Yasuhiro Hime saat menyampaikan sambutan mengatakan, sebagai EPC Kontrak proyek, pengerjaan proyek dapat dilaksanakan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun tepatnya 18 bulan.

Yasuhiro juga berharap dengan terobosan awal ini maka pengembangan panas bumi dengan skema serupa dapat dilakukan untuk daerah lainnya. “Kami percaya dengan adanya proyek ini menjadi percontohan yang bisa direplikasi, kami mengapresiasi peran sejumlah pihak terkait sehingga proyek ini dapat terealisasi,” kata Yasuhiro.

Sementara Direktur Operasi dan Pengembangan Niaga GeoDipa, Dodi Herman, menjelaskan, proyek small scale dengan kapasitas sebesar 10 MW ini diharapkan mampu memberikan manfaat peningkatan ekonomi.

“Kapasitasnya memang 10 MW namun bisa ditingkatkan  menjadi12,5 MW, dan kita tergetkan  minggu depan sudah bisa kita jual ke PLN kalau sudah stabil,”katanya.

Selain itu, pengembangan proyek yang dilakukan GeoDipa ini merupakan pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung tercapainya target pembangunan energi, khususnya panas bumi yang ramah lingkungan.

“GeoDipa sebagai satu-satunya BUMN di sektor panas bumi akan berkomitmen untuk bisa memenuhi target pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi energi listrik melalui pemanfaatan potensi panas bumi,” lanjutnya

PLTP Small Scale Dieng sebesar 10 MW ini juga telah masuk dalam program strategis nasional RUPTL (2019-2018), Road Map Panas Bumi EBTKE 2017-2025, bahkan termasuk Kegiatan Prioritas Pemantauan Kantor Staf Presiden Jokowi yang selalu dimonitor guna peningkatan Kapasitas Terpasang PLTP di Indonesia.

Pengembangan panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan menjadi sangat penting dalam menjamin keberlanjutan dan keamanan energi, salah satunya sebagai pemasok energi listrik di Indonesia.

Proyek senilai US$ 21 juta ini juga bersinergi dengan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, di mana pembiayaan proyek tersebut mendapatkan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Turbine merupakan tahapan percobaan pengoperasian turbin akan tetapi belum ada pembebanan listrik, artinya kegiatan pemutaran turbin ini belum ada energi listrik yang dihasilkan.

First Blow Small Scale  dihadiri perwakilan dari Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktur Panas Bumi Direktorat ENergi Baru Terbarukan daN Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Republik Indonesia, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Republik Indonesia, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Direktur Utama PT PLN Gas & Geothermal, Presiden Direktur PT Pertamina Geothermal energy, Executive VP Devisi Energi bary dan Terbarukan PT PLN, Direktur Utama PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero), Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Presiden Direktur PT Inti Karya Persada Teknik. (anhar)