Ada Kontes Ikan Louhan di Medan

MEDAN, reportase.tv-Perhimpunan Pecinta Louhan Sumatera Utara (PPLSU) menggelar kontes Louhan, Rabu-Minggu (20-24/3) di Cambridge. Kontes ini terbuka untuk umum, dan diklaim sebagai yang pertama dan terbesar di Kota Medan.‎
“Kontes ini merupakan jawaban sekaligus menindaklanjuti aspirasi para pecinta ikan hias jenis Louhan yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya Kota Medan,” sebut Ketua PPLSU Josep didampingi Wakil Ketua Jensen Lim, Kamis (14/3).
Menurut Josep, di kontes ini nantinya, para penghobi Louhan bisa menghadirkan ikan-ikan terbaik yang mereka miliki untuk dinilai dewan juri. Selain itu, di sini pula, para pemilik bisa saling bertukar informasi untuk lebih mengembangbiakkan atau menjadikan ikannya semakin cantik dan sehat.
“Kami berupaya mengangkat kembali pamor ikan Louhan yang sempat booming beberapa waktu lalu. Upaya ini tak salah, sebab Louhan terbilang ikan yang cantik,” tegasnya.‎
Disebutkan, kategori yang diperlombakan, yaki PCC dan PCH dengan ukuran maksimum 12 centimeter, CCC dan CHC berukuran 12,1 sampai 16 centimeter, CCB da CHB berukuran 16,1 hingga 24 centimeter. Khusus kategori Bonsai semua ukuran atau all size.
“Untuk juara I, akan mendapatkan uang tunai Rp1 juta serta piala dan piagam, pemenang kedua Rp750.000 plus piala dan piagam, pemenang ketiga Rp500.000 beserta piala dan piagam,” urainya.
Sedangkan setiap pemenang Prospect Champion‎, Baby Champion serta Young Champion masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai Rp1 juta dan piala. Sementara nominasi empat dan lima meraih piagam.
Untuk registrasi peserta kontes, lanjutnya, Rp300.000 melalui Bank BCA dengan nomor rekening 8645080269 atas nama Rudi Kurnia Thianda.
“Bagi peserta yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap, bisa menghubungi Jimmy Flowerhorn Mdn di 085215024004 da Jensen Lim di 082160001986,” pungkasnya.
Seperti diketahui, ikan Louhan ini sempat menjadi ‘primadona’ para pecinta ikan hias. Sebagian besar dari mereka, memeliharanya mulai berukuran kecil hingga besar. Harganya juga sempat mencapai puncaknya hingga puluhan juta rupiah.
(ERLANGGA)