AJI Jakarta Desak Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis di Serpong

Logo Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Reportase.tv, Jakarta – Intimidasi dan kekerasan kembali terjadi terhadap jurnalis saat melakukan peliputan di Tangerang Selatan, Banten. Kali ini terjadi terhadap jurnalis foto Media Indonesia, Fransisco Carolio Hutama Gani saat meliput kebakaran di Gereja Basilea Christ Cathedral kawasan Paramount Serpong, Kecamatan Pagedangan, Tangsel, Senin (27/4).

Peristiwa itu terjadi ketika Fransisco mengabadikan kebakaran gedung Gereja sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Kemudian secara tiba-tiba ia dihampiri lima pemuda yang memaksanya agar menghapus foto-foto tersebut.

Mulanya Fransisco menanyakan pelaku kenapa memaksa menghapus foto-foto di kameranya, namun mereka tak bisa memberikan alasan. Justru pelaku berupaya merampas kameranya, Fransisco tetap bertahan hingga hingga mengalami kekerasan fisik.

“Mereka merangkul dan memaksa untuk menghapus foto, akhirnya saya berontak dan terjadilah seperti yang di video itu (dipiting oleh pelaku),” kata Fransisco.

Saat kejadian, rekan Fransisco seorang jurnalis dari salah satu TV swasta langsung melerai dan membawa ke pos keamanan. Selain kekerasan fisik, Fransisco juga mendapat kekerasan verbal berupa umpatan dari para pelaku.

“Saat konfrontasi itu jujur saja saya agak kesal karena salah satu dari mereka menyebut fu*k y*u m**,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, AJI Jakarta menilai tindakan kekerasan dan upaya mengahalangi kerja jurnalistik yang dilakukan sejumlah pemuda di komplek Gereja Basilea Christ Cathedral itu telah mencederai kebebasan pers.

Dalam Pasal 8 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tegas menyatakan, bahwa jurnalis mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya. Kerja-kerja jurnalistik meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik.

Pasal 18 UU Pers menegaskan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan menghambat atau menghalangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dengan pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah.

Atas peristiwa tersebut, AJI Jakarta menyatakan:

1. Mengutuk keras aksi kekerasan dan penghalang halangan peliputan oleh sejumlah pemuda di Gereja Basilea Christ Cathedral.

2. Mendesak aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan memproses kasus ini secara hukum.

3. Mengimbau kepada semua kalangan masyarakat untuk menghormati kebebasan pers.