Akibat Perubahan Iklim, Pasokan Pisang Menurun, Harga Meroket

Reportase.tv, Banyumas – Pisang merupakan salah satu komoditas unggulan sebagai makanan pelengkap camilan. Buah yang satu ini mulai sulit diperoleh dan mengalami kenaikan harga di pasar Ajibarang, Banyumas akibat perubahan iklim.

Menurut sejumlah pedagang, pisang di pasar Ajibarang itu umumnya untuk memenuhi kebutuhan di Indramayu, Bandung, Tasikmalaya, Tegal, Brebes, Semarang, Cepu, Blora, Solo, dan Yogyakarta. Sementara kebutuhan pisang di Jakarta tak dipasok dari Ajibarang, karena dipenuhi dari Sumatera.

“Perubahan Musim dari kemarau ke musim penghujan terjadi dalam beberapa bulan ini memicu harga pisang naik karena pasokan dari petani kurang, kami sebagai pedagang agak sulit mendapatkan pasokan,” ujar seorang pedagang pisang, Suwito, Senin (6/1).

Ia menjelaskan,harga pisang raja semula Rp 6.000 naik menjadi Rp 12.000, pisang raja nangka Rp 4.000 menjadi Rp 5.000, pisang lainya naik rata rata Rp 2000 dari harga biasanya.

Salah satu pengepul pisang di pasar Ajibarang Suyoto Bayu menuturkan, akibat cuaca ekstrim harga pisang di pasar Ajibarang Banyumas mengalami lonjakan harga cukup tinggi hingga 70%.

“Kondisi barang masuk dari luar Jawa kan sekarang kontainer yang tidak masuk karena posisi Medan di Lampung ataupun di Bengkulu, di mana dari Sumatera sana yang biasa masuk ke sini tidak jalan. Akhirnya dipasok oleh pisang-pisang lokal harus dibayar sendiri. Kedatangan pedagang colokan dari Klaten itu ada itu satu orang bawa satu mobil siklon, terus dari Karanganyar Solo dan Jogja,” paparnya.

Yoto menambahkan, pisang raja biasanya mengalami kenaikan dari bulan November sampai Desember. Hal ini kemungkinan terpengaruh libur tahun baru dan Natal.

“Waktunya juga tidak mencukupi sih, kan kita istirahat atau libur kan. Kelangkaan pisang di pasar Ajibarang karena terjadi perubahan cuaca dari musim kemarau pohon pisang banyak yang mati dan musim penghujan,” pungkasnya. (kus)