Aniaya Mahasiswa Saat Amankan Demo, 5 Oknum Polisi Diperiksa

Reportase.tv Medan – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara telah mengamankan 5 anggota polisi yang diduga melakukan penganiayaan dan penghinaan kepada masa aksi mahasiswa dan seorang anggota dewan bernama Pintor Sitorus, pada aksi unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (24/9).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa pada aksi unjuk rasa dari aliansi mahasiswa Medan bersatu yang berakhir ricuh itu, Polda Sumut total telah periksa 12 anggota Polri sebagai saksi, termasuk 3 saksi dari anggota dewan.

“Jadi seluruhnya ada 12 anggota Polri yang sudah kita periksa. Kemudian diduga anggota yang melakukan di luar prosedur hukum ada 5 orang dan dari anggota dewan ada tiga orang,” katanya kepada wartawan di Mapolda Sumut, Rabu (25/9).

Tatan menuturkan bahwa pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari kepolisian karena diduga melakukan tindakan di luar prosedur hukum dan ketentuan SOP, pada pengamanan aksi massa berlangsung.

“Dari beberapa video yang beredar, Kapolda Sumut memerintahkan Kabid Propam untuk melakukan penyelidikan melakukan identifikasi terhadap video yang beredar,” tuturnya.

“Jadi, ada dua video yang kami dapatkan di media sosial. Kemudian ada satu tindakan anggota Polri dalam hal ini dari Dirsamapta yang menghina atau melakukan pemukulan. Itu tidak sesuai SOP ya. Jadi, setiap kita melakukan pengamanan itu tentu adanya APP disitu atau arahan tidak boleh membawa senjata api, atau senjata tajam, dan tidak boleh melakukan pemukulan yang di luar dari ketentuan perundang-undangan,” terang Tatan.

Dari intruksi langsung yang diberikan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, pemeriksaan dilakukan terhadap dua video unjuk rasa di gedung DPRD Sumut yang viral di media sosial. Termasuk video penghinaan dan penganiayaan terhadap anggota dewan dari fraksi Gerindra Pintor Sitorus.

Lebih lanjut, Tatan menjelaskan bahwa untuk video pertama yang diambil dari atas gedung Bank Mandiri, pihaknya telah periksa 10 orang atas penganiayaan terhadap mahasiwa UINSU bernama Ali Mustawa.

“Masing-masing tiga anggota Sar Brimob Poldasu sebagai saksi, lima anggota direktorat Samapta sebagai saksi dan dua oknum polisi dari direktorat Samapta Poldasu diduga melakukan pemukulan kepada mahasiswa,” jelasnya.

“Diduga melakukan pemukulan ada dua orang yakni Bripda MH dan FM dari direktorat Samapta. Jadi, kita juga masih melakukan pendalaman terhadap video tersebut, mungkin ada anggota-anggota lain yang mungkin melakukan penganiayaan terhadap adik-adik mahasiwa. Itu video yang dari samping gedung DPRD diambil dari gedung Bank Mandiri,” ujar Tatan.

Selanjutnya untuk video kedua yang berisi penganiayaan terhadap mahasiswa di pintu masuk samping gedung DPRD, juga pelakunya sama. Dari penyelidikan hasil rekaman video, seorang anggota yang tidak menggunakan seragam polisi, turut mengamanakan mahasiswa sembari melakukan pemukulan.

“Kemudian ada jua video yang beredar pada saat pintu masuk samping dari gedung DPRD. Ini pelakuknya diduga sama dengan yang pertama. Jadi, pada saat dia melakukan pemukulan melalui pintu, kemudian pada saat dia mau kembali, anggota yang tidak berseragam mengamankan mahasiswa kemudian sambil melintas juga lakukan pemukulan. Sudah diketahui itu bripda MH sama dengan yang sama (FM) kemudian Bripda MH dan yang sama. Tetap kita lakukan pendalaman terahdap anggota yang diduga lakukan pemukulan,” ucap Kabid Humas Polda tersebut.

Serta untuk dugaan kasus penganiayaan disertai penghinaan yang dilakukan terhadap anngota depan bernama Poris Sitorus, juga telah diamankan polisi berinisial Bripda FDS serta pemeriksaan terhadap saksi dari anggota dewan.

“Kemudian kami juga dapat informasi bahwa ada ada anggota yang melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap salah satu anggota Dewan. Kami juga telah mengamankan anggota tersebut diduga Bripda FPS ini saksi juga dari rekan-rekan anggota dewan,” kata Tatan.

Dengan demikian, hingga saat ini baru lima anggota Polda Sumut yang sudah diamankan pasca kerusuhan aksi di gedung DPRD Sumut. Pihaknya mengaku, masih terus mendalami kejadian itu, jika ditemukan lagi anggota yang melakukan tindakan di luar prosedur.

“Jadi sudah ada 5 anggota polda sumut yang sudah kita amankan, dan kita terus lakukan pendalaman terhadap anggota – anggota melakukan tindakan di luar prosedur,” tegas Tatan.(Re)