Awalnya Mengantar Calon Istri, Sampai di Lokasi Malah Berantem Sama Warga Berujung di Penjara

JAKARTA, REPORTASE.TV – Seorang pemuda terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum setelah terlibat perkelahian disekitar rumah calon istrinya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Kejadian berawal saat tersangka I-S mengantar Calon istrinya Pulang kerumah. Tersangka yang sebelumnya pernah selisih paham dengan warga setempat terjadi pertengkaran.

Dibantu A-N dan I-B pelaku mendatangi lokasi mencari warga tersebut, berujung penganiayaan terhadap korban S-L (43) tahun warga setempat.

Korban yang mengalami luka sobek dikepala, melaporkan kejadian itu ke polsek Cilandak, Jakarta selatan.

Setelah melalui serangkain proses penyidikan polisi menetapkan ketiga tersangka sebagai pelaku.

Hari ini, Senin (19/11/18) sidang pemeriksaan terdakwa I-S (26) tahun, A-N (28) tahun dan I-B (23) berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dihadapan Majelis Hakim, para terdakwa mengaku terpaksa melakukan penyeroyakan terhadap korban lantaran membela diri.

“Saya hanya memukul korban, karena membela diri, ” ujar I-S tersangka.

Dalam persidangan, majelis hakim sempat menayakan senjata tajam yang digunakan terdakwa saat menganiaya korban.

” kami tidak membawa senjata tajam,” kata ketiga terdakwa.

Para terdakwa yang didampingi oleh tim Lembaga Bantuan Hukum (LKBH) Epistema terus melakukan upaya pembelaan terhadap para terdakwa yang dalam penyidikan polisi diakui membawa senjata tajam.

“Kami bersama tim LKBH Epistema, diantaranya saudara Bornok Manorsa Marbun, dan Fernado Hamonangan akan terus melakukan pembelaan terhadap para terdakwa, ” kata Kartono tim pembela LKBH Epistema.

Selain itu, tim juga menemukan keganjilan terhadap dakwaan yang disampaikan oleh jaksa, yaitu soal senjata tajam.

“Klien kami tidak membawa senjata tajam tapi dalam penyidikan diterangkan bahwa terdakwa menggunakan senjata tajam. Ini memberatkan klien kami karena menurut klien kami dipaksa oleh penyidik untuk mengakui,” tetangnya.

Ketiga terdakwa dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (ms)