Azis Syamsuddin: Penusukan Syekh Ali Jaber Harus Diusut Tuntas

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (foto: Instagram)

Reportase.tv, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam Azis Syamsuddin mengutuk insiden penikaman terhadap Syekh Ali Jaber yang terjadi di Bandar Lampung. Menurutnya perisitiwa penikaman ini sangat menyedihkan, dan ia meminta kepada aparat kemanan untuk mengungkap motif pelaku melakukan aksi tersebut.

“Saya mengimbau kepada aparat keamanan agar bisa bertindak dengan tegas dan mengungkap motif serta jaringan pelaku kriminal ini, sehingga hukum dapat ditegakkan dalam hal memberikan kenyamanan pada masyarakat. Aparat wajib menjamin keamanan para Ulama dalam hal kebebasan berdakwah” ujar Azis dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9).

Azis menilai peristiwa penikaman yang terjadi sangat tidak bermoral baik secara agama, etika maupun hukum. Oleh karenanya, ia meminta aparat kepolisian agar tidak dengan mudah memberikan kesimpulan ‘gangguan kejiwaan’ terhadap pelaku.

“Kepolisian harus tegas dalam investigasi kasus ini secara detail, sehingga motif sesungguhnya dapat diketahui. Jika memang ada aktor-aktor di belakang pelaku, maka wajib di ungkap dan ditindak secara tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Politisi asal Dapil Lampung ini menegaskan dirinya memercayai proses yang dijalankan oleh kepolisian setempat. Meskipun demikian, ia berjanji akan terus mengawasi proses ini secara seksama.

“Saya akan memantau perkembangan penyelidikan ini secara terus-menerus. Hal ini karena saya ingin memastikan agar kejadikan serupa tidak terulang di masa yang mendatang. Saya ingin memastikan bahwa para Ulama merasa aman dan tentram dalam proses berdakwa dalam kehidupan bermasyarakat” katanya.

Lebih jauh politisi Golkar ini menjelaskan, peristiwa tersebut dapat mengusik kedamaian masyarakat Lampung. Dia berharap agar masyarakat bisa kembali tenang dan para Ulama dapat melanjutkan kegiatan berdakwa kembali seperti biasa.

“Saya doakan Syekh Ali Jaber segera bisa sembuh dari lupa yang di deritanya serta dapat kembali berdakwa dalam proses mengamalkan ibadah dalam masyarakat. Juga terhadap para Ulama lainnya agar dapat kembali berkegiatan sebagaimana seharusnya tanpa memiliki kekwatiran. Insya Allah niat berdakwa akan membuahkan kedamaian untuk kita semua,” pungkasnya.