Baru Selesai Dibangun, Museum Purbakala Senilai Rp.752 juta Ambruk di Bagian Teras

Brebes – Belum sempat diresmikan, sebuah bangunan museum purbakala miki Pemkab Brebes, Jawa Tengah, sudah rusak. Atap teras bangunan museum purbakala senilai <span;>Rp 752,4 juta ini runtuh.

Bangunan meseum ini dikerjakan pada tahun anggaran 2021 lalu dan belum diresmikan penggunaaannya. Alih alih bisa digunakan, museum ini sudah rusak di bagian atap terasnya.

<span;>”Iya, bagian atap teras ambruk. Kejadiannya beberapa hari lalu,” ungkap Sekretaris Desa Galuhtimur, Muhajir, Kamis (12/5/2022)

Muhajir meneruskan, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Brebes. Dia mengaku tidak tahu penyebab pasti ambruknya atap teras bangunan tersebut.

“Kalau sebab pastinya tidak tahu. Tapi beberapa hari sebelum kejadian terjadi hujan deras,” katanya.

Pembangunan Museum purbakala ini dikerjakan oleh CV Sakura Grup di Dukuh Kalipucung Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong. Proyek dengan anggaran Rp 752,405 juta ini dibangun menyusul penemuan fosil manusia purba (homo erectus bumiayuensis) berumur 1,8 juta tahun. Fosil itu ditemukan di Kali Bodas Bumiayu, salah satu kawasan Situs Bumiayu. Selain manusia purba, di kawasan ini juga ditemukan ribuan fosil hewan purbakala lainnya.

“Areal situs Bumiayu sendiri meliputi wilayah Bumiayu, Tonjong dan sebagian Bantarkawung. Museum ini untuk menyimpan sekaligus ruang pamer fosil dan benda purbakala yang ditemukan di Situs Bumiayu,” lanjut sekdes.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Rofiq Qoidul Adzam membenarkan ambruknya bagian museum tersebut. Dihubungi via telepon, Rofiq berjanji akan memanggil semua pihak yang terkait untuk mencari penyebab kerusakan bangunan tersebut.

“Semua yang terlibat akan dipanggil besok. Mulai dari ULP, Dinas PU, Bagian Pembangunan, pengawas, konsultan, rekanan dan lainnya. Saya tidak mau tahu, rekanan harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Untuk penyebab kerusakan itu, Rofiq belum mengetahui secara pasti. Sebab musabab kerusakan baru bisa diketahui setelah semuanya berkumpul besok.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brebes menandaskan, bangunan museum itu masih dalam masa pemeliharaan. Sehingga, kerusakan bangunan itu masih tanggung jawab rekanan pelaksana.