BC Sabang Gelar UMKM Week dan Sosialisasi FTZ

 

Reportase.tv Aceh – Kantor Bea Cukai Sabang menggelar kegiatan a UMKM Week dan Sosialisasi Pemasukan dan Pengeluaran ke dan dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, Rabu (22/6/2022).

Acara ini terselenggara atas
kolaborasi Kantor Pusat Bea dan Cukai, Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Sabang.

Pada kesempatan ini turut dihadiri perwakilan Walikota Sabang,
BPKS, Kantor Wilayah Ditjen Pajak Aceh, Dinas Perhubungan Aceh, DPMPTSP Kota Sabang, Tim Joint Bussines Council Aceh-India, pelaku usaha dan pelaku UMKM di Kota Sabang.

Emi Ludiyanto, S.Sos, M.E selaku Kepala Bea Cukai Sabang dalam
pembukaannya menyampaikan bahwa acara hari ini merupakan gabungan beberapa acara
yaitu dalam rangka mendukung UMKM dan sosialisasi Kawasan Bebas Sabang.

“Acara ini dilaksanakan selain memberikan dorongan kepada UMKM, juga dalam rangka memberikan pemahaman proses bisnis pemasukan dan pengeluaran barang di Kawasan Bebas Sabang,” jelasnya.

“Kegiatan ini dipastinya sangat mempengaruhi perkembangan UMKM nantinya,”tambah Emi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh yaitu Safuadi, ST, M.Sc, Phd yang merupakan pembicara utama (keynote speaker) menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia sangat didukung oleh keberadaan UMKM yang berkontribusi signifikan mencapai 61% dari PDB dan mampu menyerap hingga 97% dari total tenaga kerja.

“Kedepannya
UMKM diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari, tapi juga
saling mengisi secara komplementer kebutuhan industri,” ungkapnya.

Dalam program ini,Bea Cukai akan hadir mendukung penuh UMKM dan beriringan dengan proses bisnis di Kawasan Bebas Sabang.

Sabang yang telah ditunjuk sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan
Pelabuhan Bebas sesuai dengan UU nomor 37 tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan dan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2000 Tentang Kawasan
Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Sabang Menjadi Undang-Undang telah mendapatkan fasilitas fiskal tertinggi di negeri ini yaitu pembebasan fiskal barang impor yaitu Bea Masuk, Pajak Dalam Rangka Impor dan fasilitas fiskal barang asal daerah Indonesia dan lainnya yaitu PPN tidak dipungut.

Fasilitas ini patut kita syukuri karena tidak semua daerah
di Indonesia bisa menikmati fasilitas ini. Tentunya Bea Cukai hanya melayani segala prosedur yang legal dan menjunjung tinggi integritas.

Bea Cukai Sabang bersama instansi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait berkomitmen memfasilitasi dan mengasistensi pelaku usaha, pelaku IKM,
Perkebunan, Perikanan, dan industri wisata melalui konektifitas pelaku usaha lokal maupun internasional untuk mendorong ekspor.

“Bea Cukai Sabang membuka diri terhadap masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait prosedur Kepabeanan dan Cukai, prosedur
eskpor dan impor, kawasan bebas maupun pengembangan ekonomi kemasyarakatan,”pungkasnya.