BKSDA Sumut Amankan Satwa Dilindungi Dari Rumah Tokoh Masyarakat

Petugas BKSDA Sumut amankan Orangutan dilindungi.
Petugas BKSDA Sumut amankan Orangutan dilindungi.

Reportase.tv, Binjai – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sumatera Utara (Sumut) menyita 4 ekor satwa langkah dari kediaman tokoh masyarakat J Payo Sitepu, di jalan Gunung Sibayak, Kecamatan, Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara Senin (22/3) sore.

Kepala Bagian Tata Usaha BKSDA Sumut, Teguh Setiawan, mengatakan tim BKSDA Sumut mengamankan 4 satwa langkah yakni, 1 ekor orangutan, 1 ekor burung beo, dan 2 ekor burung elang, dari salah satu rumah tokoh masyarakat kota Binjai.

Kemudian, kata Teguh, di rumah tokoh masyarakat itu dilakukan koordinasi secara persuasif. “Penyitaan satwa langkah dan dilindungi ini, berawal dari video viral disosial media beberapa hari yang lalu. Kemudian tim kami melakukan penyelidikan dan diketahui kalau satwa-satwa tersebut berada di kediaman tokoh masyarakat di kota Binjai,” kata Teguh.

Teguh menegaskan, satwa-satwa yang dilindungi itu bisa dipelihara, tetapi harus memiliki izin. “ Sebelum ada izin satwa itu harus kita amankan dulu. Izin bisa dikeluarkan jika memenuhi syarat, salah satunya kelayakan tempat. Tindakan saat ini, orangutan tetap kita evakuasi,” jelas Teguh.

Sementara itu J Payo Sitepu, pemilik dari satwa-satwa tersebut mengatakan, bahwa tim BKSDA datang ke rumahnya untuk mengambil orangutan yang sudah dipeliharanya sejak 3 bulan yang lalu.

“Orangutan itu saya rawat dengan baik. Karena tim BKSDA datang, saya minta agar orangutan ini tidak dibawa dan saya minta waktu satu minggu. Karena saya bersedia mengurus izin sebagaimana yang disampaikan,” kata Payo.

Dirinya juga mencerita kalau satwa-satwa itu didapat dari rekannya, “ kalau soal orang hutan saya dapat saat berkunjung ke Babusalam Aceh. Saat itu kondisi orangutan dalam keadaan terluka. Lalu, saya bawa ke Binjai saya obati dan saya rawat dengan baik,“ kata J Payo, sembari mengaku kalau orangutan itu tidak diperjual belikan.

Berdasarkan keterangan dari tim dokter hewan BKSDA, menjelaskan orangutan tersebut diperkirakan berusia 3 tahun, dan berjenis kelamin jantan. “kalau dilihat dari fisiknya sehat. Orangutan ini mempunyai rasa takut ketika melihat orang baru.“ kata wanita yang mengaku sebagai dokter hewan BKSDA Sumut. (pur)