BNPT Ikut Selidiki Insiden Penyerangan Terhadap Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber usai insiden penusukan terhadap dirinya (foto: Instagram)

Reportase.tv, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut menyelidiki insiden penyerangan penceramah Syekh Ali Jaber. Hal tersebut disampaikan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9)

Boy mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mendalami kasus tersebut. Pihak BNPT masih menyelidiki apakah pelaku memiliki afiliasi dengan kelompok teroris.

Hingga saat ini, sambung Boy, pihaknya sekarang masih menyelidiki jejak digital pelaku. Karena sebelumnya keluarga menyebut pelaku yang berinisial AA tersebut memiliki gangguan kejiwaan.

Namun pengakuan tersebut tidak sert merta langsung dipercaya oleh BNPT. Kendati pihak keluarga pelaku sempat menunjukkan kejiwaan tersangka yang bermasalah dari sebuah rumah sakit di Lampung pada 2016 lalu.

“Kita tidak percaya begitu saja, kita telah bersama-sama dengan aparat melakukan pendalaman lebih lanjut terutama berkaitan dengan masalah apakah yang bersangkutan benar-benar gila atau pura-pura gila,” ujar Boy.

Boy mengaku sampai saat ini dirinya belum dapat terlalu banyak berkomentar tentang penusukan Syekh Ali Jaber. Pasalnya, tim BNPT bersama dengan Polri masih memeriksa psikologis pelaku penyerangan.

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pria yang belakangan diketahui berinisial AA, pada Minggu (13/9). Peristiwa ini terjadi saat Syekh Ali Jaber mengisi ceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung.

Syekh Ali Jaber juga telah angkat bicara terkait insiden yang mengakibatkan tangan kanannya terluka tersebut. Secara pribadi, ia mengaku tidak percaya jika pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa.

“Cara dia memburu targetnya yakni saya menuju ke bagian yang paling vital. Menurut saya, pelaku ini bukan gangguan jiwa karena dia sangat berani dan terlatih saat menusuk saya,” ujar Ali Jaber, Senin (14/9).