BPIP Kembali Tegaskan Pancasila Tidak Dapat Diganggu Gugat

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Lia Kian

Reportase.tv, Jakarta – Kedeputian Pengendalian dan Evaluasi (Dalwas) BPIP bersama Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah menggelar webinar Pancasila Dalam Tindakan: Gotong Royong Angkatan Muda Muhammadiyah Hadapi Covid-19, Rabu (10/6).

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Lia Kian mengatakan, Muhammadiyah sejak berdiri telah memperjuangkan Indonesia sebagai negara merdeka dengan semangat nasionalisme dan keislaman yang tinggi.

“Dalam Muktamar ke-47 tahun 2015 di Makassar, secara resmi diputuskan pandangan dan sikap organisasi Muhammadiyah tentang negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah,” ujar Lia Kian.

Arti dari Darul Ahdi Wasyahadah, sambungnya, adalah negara tempat melakukan konsensus nasional. Negara berdiri karena seluruh kemajemukan bangsa, golongan, daerah, kekuatan politik, sepakat untuk mendirikan Indonesia.

“Cita-cita Muhammadiyah, yaitu Muhammadiyah mengajak segenap lapisan Bangsa Indonesia berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara (Indonesia) yang adil dan Makmur,” katanya.

Cita-cita memerdekakan Indonesia, dan mewujudkan masyarakat adil dan makmur telah diperjuangkan oleh Pendiri Muhammadiyah, K.H Ahmad Dahlan yang kemudian menjadi Pahlawan Nasional. Juga sejumlah tokoh Muhammadiah, seperti Soekarno, Soedirman dan lainnya.

Menurut Lia Kian, salah satu aktualisasi nilai-nilai Pancasila yang dilakukan Muhammadiah dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah dangan bergotong royong menghadapi Covid-19 bersama-sama.

“BPIP berterimakasih kepada Muhammadiyah dan angkatan Muda Muhammadiyah atas kontribusinya dalam bergotong royong dalam menghadapi Covid-19”, ucapnya.

Dalam kondisi Pandemi Covid-19, lanjut Lia Kian, Pancasila diuji dan mengalami goncangan. Goncangan dari sisi politik, maupun sisi kesehatan.

“Namun Pancasila sebagai ideologi negara adalah tidak bisa diganggu gugat. Konsep Darul Ahdi Wasyahadah sudah dilakukan kajian-kajian secara menyeluruh”, tegasnya.