Cara Penggila Sepeda Menikmati Alam Dari Atas Sadel Dengan Keliling Bali 300 Km

Reportase.tv Denpasar – Bagi penggemar gowes sepeda, tak ada yang lebih menantang menikmati keindahan alam dari atas sadelnya. Discovery Indonesia Cycling Community (DICC) mencoba jalur ekstrem dengan menyusuri jalanan di dari sisi timur ke barat Pulau Bali, dari Sanur-Karangasem-Klungkung- Singaraja.

Bersepeda di Bali memungkinkan Anda menikmati pedesaan yang indah di pulau ini, begitu pula kehidupan desa pedesaan Bali dari awal. Mengayuh melalui medan kasar di samping pelek vulkanik, meluncur menuruni bukit melewati kuil dan perkebunan kuno sambil menyapa petani dan anak sekolah setempat saat lewat, semua menambah pengalaman mendalam.

“Namanya naik sepeda lintas gunung, tentu fisik mempengaruhi perjalanan ini. Sebelum perjalanan ini, kami sudah berlatih rutin beberapa bulan sebelumnya menjelajahi jalur-jalur pendakian di sekitaran Jonggol, ” ungkap Ticke Soekrani, pendiri DICC, di Denpasar, Bali, Minggu (24/11/2019).

Fisik yang prima, dibarengi cuaca cerah nan sejuk membuat jalan-jalan aspal bisa dilalui dengan nyaman.

Ticke memimpin sekitar 32 peserta petualang sepeda yang mengikuti The Paradise of East Bali loop sejauh 300 km ini, memang berencana mengelilingi Bali. Perjalanan akan dibagi beberapa etape, dengan menitikberatkan wisata bukan adu cepat.

“Kuncinya adalah penguasaan mental di jalanan, sebab terpicu adrenalin peserta yang lain gowes dengan kencang namun bila fisik kita tidak mencukupi, malah jadi bumerang. Saya selalu mengingatkan hal itu pada peserta agar tidak memaksakan diri,” jelas Ticke, yang berpengalaman gowes keliling Indonesia.

Perjalanan keliling Bali menyajikan menyajikan pemandangan indah. Tiupan angin dingin ke wajah, sembari melihat suasana pedesaan dari dekat menjadikan perjalanan wisata ini berkesan di hati. Suhu udara yang relative masih panas, juga menjadi tantangan bagi peserta yang rata-rata sudah berusia setengah abad ini.

“Pemandangan memang indah, kami melewati jalan-jalan desa yang mulus, tanjakan dan turunan yang menantang, belum lagi suasana Bali yang khas, “jelas Ticke.

Tantangan bepergian dengan kelompok, adalah menjaga kekompakan di tengah perbedaan fisik yang berbeda.

Banyak pilihan kegiatan bersepeda menarik yang ada di Bali. Terrain dan highlight bervariasi: mulai bersepeda dengan santai melalui desa-desa hutan di Bali tengah, untuk naik di atas hamparan topografi kawasan lereng bukit, yang semuanya memberi pemandangan yang menakjubkan yang biasanya tidak dapat diakses oleh mobil.

Sebagai puncak tertinggi kedua di Bali setelah Gunung Agung, Gunung Batur lebih mudah diakses dan disukai oleh pengendara sepeda gunung karena perpaduan jalan beraspal dan medan off-road yang menarik dari jalan setapak lava yang sangat beku. (Tata/Sfy)