Cegah Covid-19, Pemuda Banteng Mas Mendirikan Gerbang Otomatis

Reportase.tv Banyumas – Pemuda Banteng Mas Desa Rawalo Kecamatan Rawalo Banyumas membuat gerbang penyemprotan disinfektan bekerja sama ketua RT 1/8 untuk penanggulangan Covid 19 Minggu (19/04/2020). Mereka membuat posko mandiri di jalan masuk ke wilayahnya dilengkapi dengan tarub dan sprayer.

Ketua Banteng Mas Rawalo, David Okta Nugraha ST menuturkan, gerbang tersebut sudah dibuat, namun belum ada tambahan asesorisnya.

“Ini kesepakatan teman-teman bersama ketua RT menambah tarub, lampu dan penambahan sprayer disinfektan, serta plastik di sisi kanan dan kiri, agar semprotan lebih maksimal,” ujar David kepada Reportase.tv.

“Pembuatan posko dengan semprotan disinfektan dimaksudkan untuk mencegah penyebaran covid 19. Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah desa lain, seperti Sidamulih, Sanggreman, Tipar, Tambaknegara dan Pesawahan.” Tambahnya.

Untuk pembuatan gerbang tersebut menghabiskan dana Rp 2 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembelian mesin pompa air, selang, sprayer, dan lainya, dari patungan para Pemuda Banteng Mas agar aman untuk tubuh, disinfektan yang digunakan menggunakan Detol.

Dalam sehari, air yang dihabiskan rata-rata 300 liter dan bisa lebih. Sprayer yang kita gunakan, yakni dengan sensor gerak, sehingga setiap kali ada warga yang hendak keluar masuk RT 1/8, secara otomatis sprayer atau semprotan disinfektan otomatis bekerja.

Selain jalan utama, posko tersebut juga dibuat di jalan lingkar RT sebelah SMP Muhammadiyah.

Untuk tahap selanjutnya, Pemuda Banteng mas melalui forum rembug RT menyiapkan APD, untuk penanggulangan apabila ada pemudik yang terpapar covid-19.

“Kami anak-anak muda berjuang, warga yang mau mudik juga tak masalah tetapi harus mengikuti protapnya,” tambah David.

Saeful Anwar selaku ketua RT 1/8 mengatakan, kegiatan yang sudah dilakukan saat ini antara lain, pembuatan dan pembagian hand sanitizer, aktivasi ojek pangkalan untuk membagi hand sanitizer termasuk melaporkan pendatang, penyemprotan lingkungan hingga ke tiga wilayah desa, pembuatan posko semprotan disinfektan, dan terakhir penyiapan data terkait jumlah pemudik dan status kesehatan warga.

Sementara Edi Wahono, tokoh masyarakat desa setempat menambahkan, “kami memberikan apresiasi terhadap anak-anak muda yang begitu gigihnya dan berani menyisihkan uang sakunya untuk pembuatan gerbang otomatis. Awalnya saya ragu, namun setelah melihat gerak gerik dan langkah apa yang dikerjakan ternyata menghasilkan sesuatu yang patut diacungkan jempol.” Pungkasnya. (Kus)