Cegah Covid-19, Ramadhan Tanpa Aktifitas di Masjid

Reportase.tv Banyumas – WHO pada 10 Februari 2020 memberikan nama resmi untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang baru dengan nama COVID-19. Penyakit oleh virus Corona yang muncul pertama pada Desember 2019 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-2 (virus penyebab COVID-19).

Bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto meniadakan sementara kegiatan yang mengundang massa selama bulan suci Ramadhan 1441 H/ 2020 M, antara lain, buka puasa dan sahur bersama, kajian selama bulan Ramadhan, tadarus alquran, i’tikaf, dan tarawih. Hal tersebut sesuai rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah, Kementerian Agama RI, dan Ormas Islam Senin (27/04/20).

Sebab kita tidak tahu siapa yang datang membawa virus dan datang tidak membawa virus, kitapun tidak tahu, ungkap Humas Masjid Agung Baitussalam Purwokerto, Ir.H.Alief Einstein,M.Hum.
Alif Einstein menambahkan,
Memasuki bulan suci Ramadhan ini, Takmir Masjid Agung menganjurkan supaya masyarakat untuk sementara waktu dapat melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan di rumahnya masing-masing seperti, sahur, buka puasa dalam kesederhanaan, tarawih, tadarus, dan Jum’atan diganti Shalat Dzhuhur, semua kegiatan dilakukan di rumah.

Ketua Takmir MAB Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,M.Pd. mengatakan, salah satu kegiatan Ramadhan 1441 H/2020 M di Masjid Agung adalah pengumpulan Zakat, Infak, dan Shodaqoh (ZIS). Pengumpulan ZIS pada hakekatnya sudah dilaksanakan setiap hari kerja oleh pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Agung dengan menerapkan KLL (Konsep Layanan Langsung) dan KJM (Konsep Jemput Muzakki. Untuk KLL Takmir Masjid Agung telah menyediakan dan membuka kantor khusus ZIS yang berada dalam satu kompleks dengan Masjid Agung di sisi sebelah Utara dengan ruang relatif luas, nyaman, dan ber AC. Adapun petugas yang siap untuk menerima setoran langsung ZIS adalah H.Turham dan Saiful HUda pada pukul 08.00 – 19.30. Selain itu untuk KJM UPZ Masjid Agung telah membuka rekening di Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto dengan nomor. 709 80 444 55.

Sementara Dr.H.Hizbul yang sehari-harinya bekerja sebagai Dosen IAIN Purwokerto menjelaskan, Zakat Fitrah dan Maal yang terkumpul akan dibagikan kepada fakir dan miskin (baik dari kalangan jamaah rutin, dan masyarakat sekitar) yang berjumlah sekitar 700 mustahik dalam bentuk beras. Teknis pembagian akan dilaksanakan dengan model “pool” di beberapa tempat (di pengurus takmir dan atau jamaah yang dekat dengan mustahik) yang sebelumnya kepada petugas “pool” telah diberi kartu (girik) untuk dibagikan kepada yang berhak menerima sebelum waktu pembagian. Sedangkan waktu pembagiannya masih menggunakan pola lama yaitu H – 5 hari sebelum Idul Fitri.

Selanjutnya Dr.H.Hizbul nyang juga Tim WASLITEK Kementerian Agama RI di Jakarta memaparkan untuk shodaqoh dan infak yang terkumpul selain sebagian akan dibagikan kepada sabililah, ibnu sabil, maka sebagian yang lain akan diformasikan bagi penyelesaian “finising” perbaikan Masjid Agung yang relatif memerlukan biaya yang cukup besar (yang awalnya hanya penggantian “canopi” bagian dalam), kini melebar ada pengecatan seluruh bagian masjid (luar dan dalam) bahkan juga akan dilakukan pemugaran kamar mandi dan WC. (Kus)