Culinary Night Kampung ATM Hiburan Nyaman Untuk Keluarga

Reportase.tv Tangerang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang menggelar culinary night di Kampung Atur Tata Modifikasi (ATM) yang bertempat di jalan Baitul Syurur, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, KotaTangerang, Sabtu (12/10/2019).

Beberapa pertunjukan juga di suguhkan untuk menghibur masyarakat sambil menikmati makanan dengan adanya Tari Merak,Tari Ondel-Ondel Sholawat 3 Bahasa, Kabaret dan Musik Band.

Kampung ATM ini digagas oleh Lurah Basuni dan diberikan kepada RT dan RW setempat untuk dapat dikelola bersama masyarakat. Selain dihiasi dengan tanaman yang membuat lingkungan menjadi sejuk, bersih, indah, nyaman, asri dan enak dipandang mata, Kampung ATM juga memiliki home industry konveksi.

Deni Kuncoro Kabit Pariwisata Kota Tangerang menyatakan, “acara culinary night taman tematik yang disebut Kampung ATM Kelurahan Gondrong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan berjualan makanan seperti Nasi Uduk, Telur Dadar Gulung, Ayam Geprek dan yang lainnya, serta dengan adanya acara ini bisa memberikan hiburan kepada masyarakat dari pada jauh-jauh harus ke Mall, Kepuncak lebih baik mendekatkan diri kepada masyarakat untuk menikamati culinary dan seni budaya masyarakat, “Katanya.

Camat Cipondoh Rizal Ridolloh juga menyampaikan, “Rancangan acara culinary night di kampung tematik yang sebagai Kampung ATM mengadakan perlombaan senam momere dan senam bersama warga dari wilayah kota Tangerang bahkan ada juga yang dari jakarta barat pada pagi harinya dan malam hari kita mengadakan culinary night untuk mengenalkan kampung tematik yang di suport oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang,” ujarnya.

Lebih lanjut, “disebut dengan kampung ATM ini adalah singkatan dari Atur Tata Modifikasi agar masyarakat bisa mengatur, menata dan memodifikasi untuk bisa kreatif, berinopatif dari tempat yang kumuh di rubah menjadi tempat layak huni untuk masyarakat dan di sini juga adanya pembibitan pohon toga, sanggar budaya, dan hom industri konveksi.” Kata Rizal.

Penggagas Kampung ATM Suparno mengatakan, Lahan yang berawal dari penampungan air, kumuh, gersang dengan kekompakan warga untuk merubah tempat yang kumuh menjadi tempat yang bersih, indah dengan adanya penghijauan dan kampung ATM ini ada sanggar budaya, sanggar tari, pendidikan agama, tempat Foto-foto, hom industri konversi, rumah bibit pohon toga seperti pohon kuncit, jahe, temu lawak , kembang teleng yang nantinya akan di berikan ke warga, dan biaya semua nya ini dari warga saling gotong royong.” Ujarnya. (Re/Sfy)