Dampak Covid-19, Omset Pelaku Industri Rumahan Menurun

Reportase.tv Banyumas – Dampak Virus Corona, sangat dirasakan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya pelaku usaha yang terpaksa berhenti produksinya karena sepi pembeli adalah keripik sele pisang, Minggu (12/04/2020).

Pelaku UMKM di Desa Randegan Kecamatan Wabgon Banyumas, Sarman mengaku, “omset usahanya turun drastis sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Sebelumnya per hari mampu mèmproduksi keripik sele pisang satu ton, saat ini hanya mampu 5 sampai 10 kilo saja.

Menurut keterangan Sarman saat ditemui di rumahnya menuturkan, permasalahan yang yang dihadapi adalah pesanan dari luar kota semua dibatalkan. Pemesan beralasan sedang ada wabah Corona sehingga tidak ada yang membeli.

“Sementara dirumah masih menyimpan stok lama, sampai sekarang masih banyak meski sudah dijual ke pasar, warung atau toko di sekitar Banyumas. melihat kondisi seperti saat ini, sebanyak 15 karyawan terpaksa dirumahkan.” Ujar Sarman kepada Reportase.tv.

Hal serupa juga dialami Nur Fatmah, saat ini dirinya berhenti produksi keripik sele pisang karena semua pesanan dari luar kota dibatalkan. Pesanan itu sudah jauh-jauh hari sebelum ada wabah Covid-19.

Di desa Randegan Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas sendiri tercatat 30 UMKM yang bergerak dibidang makanan olahan dari bahan pisang dan singkong di buat keripik. Dari 30 Pelaku industri rumahan di desa itu, sudah mengalami penurunan omset.

Para pelaku UMKM berharap, pemerintah turun tangan untuk memberikan bantuan karena bisnisnya terdampak akibat pandemi virus corona yang tengah melanda Indonesia. Pemerintah juga diminta untuk menstabilkan kondisi perekonomian dan mengatasi permasalahan yang muncul akibat pandemi Covid-19. (Kus)