Demo Buruh di DPRD Jatim, Tuntut Empat Poin Kesepakatan

Reportase.tv Surabaya – Ribuan buruh dari berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (2/10/2019).

Berbagai tuntutan para buruh ini di ajukan untuk memenuhi kesejahteraan yang dinilai masih dibawah standar.

Empat poin kesepakatan buruh yang disampaikan kepada Ketua DPRD Jawa Timur antara lain, sepakat membentuk Peraturan Daerah jaminan pesangon dimasukkan dan dibahas di Program Legislasi Daerah dengan melibatkan elemen buruh di Jatim.

Yang kedua, sepakat antara DPRD, Pemerintah Provinsi dan elemen buruh di Jatim untuk melakukan audiensi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, di Jakarta.

Ketiga, sepakat mengadakan rapat jajak dengar pendapat membahas tentang disparitas upah oleh DPRD Jatim, Pemprov Jatim, pemerintah kota dan pemerintah kabupaten pada Oktober 2019.

Keempat, segera membentuk BPRS atau Badan Pengawas Rumah Sakit, selambat-lambatnya 2020.

Menanggapi aksi para pekerja tersebut, Ketua DPRD Jatim, Kusnadi kemudian menyampaikan komitmennya. Dia mengatakan, apa yang disampaikan buruh, disepakati dan dituangkan di berita acara DPRD Jatim.

“Nanti pada May Day akan jadi hadiah tapi kalau selesai 2019, kenapa harus nunggu 2020. Ini bukan persoalan susah. Ayo dirancang akademiknya, rancang perdanya dan DPRD Jatim akan mengesahkannya,” kata wakil rakyat dari PDI Perjuangan itu.

Dia menambahkan, sebagai Ketua DPRD Jatim, dirinya yang akan menandatangani dengan seizin semua anggota DPRD Jatim.

Sebelumnya, para buruh dengan mengusung berbagai spanduk berisi kalimat tuntutan melakukan orasi, berisi tuntutan perbaikan nasib.

Kusnadi pun menimpali dengan kalimat kesanggupan, dan siap mengawal kehendak buru hingga ke pemerintah pusat. Termasuk soal keluhan buruh di kabupaten/kota lainnya yang mengeluhkan disparitas terlalu tinggi.

“Nanti sampaikan itu. Kami bersama Kapolda dan perwakilan dari Pemprov Jatim siap mengawal sampai ke Jakarta. Berangkat naik bus bersama,” tegasnya.

Aksi demo buruh itu berjalan damai, dengan penjagaan personel kepolisian dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. (Sfy)