Demo Ricuh Omnibus Law, 28 Orang Ditahan Polda Metro

Reportase.tv, Jakarta – Polda Metro Jaya mengamankan ribuan orang dalam unjuk rasa yang berujung kericuhan pada Kamis (8/10). Seperti diketahui, sejumlah elemen buruh dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa usai DPR mengesahkan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, dari jumlah tersebut mayoritas merupakan pelajar. Sebagian besar mereka juga telah dibebaskan karena tidak terbukti melakukan aksi kriminal.

Dari total 1.192 orang yang diperiksa, sebanyak 135 orang berpotensi naik penyidikan. Kemudian, mengerucut lagi jadi 83 orang.

“Dari hasil pemeriksaan, ada 135 orang yang berpotensi ke tingkat penyidikan. Dari data itu, yang sudah ditingkatkan ke proses penyidikan sebanyak 83 orang kemudian 54 orang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/10).

Dari 54 orang tersebut, sambung Nana, sebanyak 28 orang telah ditahan oleh pihak kepolisian. Sementara mayoritas pelajar yang sempat diamankan telah dikembalikan ke orang tuanya.

“Mayoritas pelajar dan mereka kami pulangkan dengan syarat, orang tua datang dan membuat pernyataan,” kata dia.

Lebih jauh Nana mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa. Bukan tanpa alasan, karena angka kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih termasuk paling tinggi di Indonesia.

“Jangan sampai ada kluster unjuk rasa. Apalagi sampai sekarang DKI masih merupakan zona merah, di mana kasus Covid-19 masih sangat tinggi,” katanya.

Seperti diketahui, sejumlah fasilitas umum dan pos polisi mengalami kerusakan dalam unjuk rasa yang berujung kericuhan tersebut. Nana juga menyebut sejumlah anggotanya mengalami luka-luka saat pengamanan aksi unjuk rasa Jumat lalu.

“Ada juga korban dari polisi dan TNI. Ada 29 anggota Polda Metro yang mengalami luka, dari jumlah tersebut enam masih dirawat, tiga anggota TNI juga mengalami luka,” kata Nana.