Dengan Sejumlah Syarat, Pemerintah Putuskan KRL Tetap Beroperasi Selama PSBB

Ilustasi Kereta Rel Listrik (KRL) (foto: Ist)

Reportase.tv, Jakarta – Kementerian Perhubungan memutuskan tetap mengoperasikan commuterline di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Meskipun demikian, ada sejumlah persyaratan dalam operasional commuterline.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, jam operasional commuterline atau kereta api rel listrik (KRL) akan dibatasi. Selain itu protokol kesehatan dan jaga aturan jaga jarak penumpang juga wajib dilaksanakan.

“Pengoperasian KRL Jabodetabek akan lebih efektif jika semua stakeholder terkait tetap melakukan penertiban kegiatan-kegiatan yang dilarang, bekerja dari rumah, dan diam di rumah,” ujar Zulfikri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4).

Aturan dan sejumlah pembatasan operasional KRL telah tertuang dalam Perdirjen No. Hk.205/A.107/DJKA/20, tentang Pedoman Pembatasan Jumlah Penumpang di Sarana Perkeretaapian Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Selain itu, sambung Zulfikri, pihaknya juga akan melakukan evaluasi operasi angkutan KRL Jabodetabek secara periodik. Upaya lainnya juga akan dilakukan, seperti rekayasa operasi dan penertiban antrean di stasiun-stasiun yang masih ramai.

‚ÄúPencegahan penularan Covid-19 ini perlu kerja sama semua pihak. Pemerintah telah berupaya keras untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 9 April 2020. Sementara wilayah penyangga Ibu Kota seperti Bogor, Depok, dan Bekasi mulai melaksanakan PSBB pada 15 April 2020.