Densus 88/AT Kembali Tangkap Terduga Teroris di Tanjung Balai dan Tapteng

MEDAN,reportase.tv-Pasca penangkapan tiga terduga teroris dan ledakan bom bunuh diri di Kota Sibolga, Selasa (12/3), Tim Densus 88 Mabes Polri dan Polda Sumut kembali menangkap dua terduga pelaku teroris di dua lokasi yakni Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (13/3) malam.

 

Ketika dikonfirmasi wartawan, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, membenarkan prihal penangkapan tersebut. Ia menyebutkan, terduga teroris yang ditangkap di Tanjungbalai itu adalah seorang wanita, yang juga terkait dengan bom di Kota Sibolga.

 

“Benar, inisialnya R,” ungkapnya, Kamis (14/3).

 

Namun, ia enggan untuk membeberkan secara detail bagaimana dan lokasi pasti penangkapan yang dilakukan terhadap terduga teroris wanita tersebut. Begitu juga, saat disinggung mengenai apakah polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga teroris lainnya, Kapolda tidak memberikan jawaban.

 

Kendati begitu, berdasarkan informasi yang didapat, terduga teroris inisial R ini dibekuk di kawasan Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai. Wanita yang masih berusia 22 ini diketahui merupakan warga Jalan Ampera/Jalan Protokol Bagan, Dusun II, Desa Bagan Pekan, Kecamatan Tanjungbalai Asahan, Kabupaten Asahan.

 

Adapun keterlibatannya dalam bom Sibolga, karena mengetahui pembelian bahan untuk pembuatan bom. R sendiri merupakan istri dari Hendri Syahli Manurung (27) warga Tanjungbalai, yang merupakan salah satu anggota teroris jaringan JAD kelompok Syaiful yang ditembak mati oleh Densus 88 Mabes Polri pada Oktober 2018 lalu.

 

Sementara itu, untuk penangkapan yang dilakukan di Tapteng, Agus menyebutkan terduga teroris tersebut, ialah berjenis kelamin pria. Kapolda membeberkan, untuk inisialnya pelaku adalah M.

 

“Jadi yang ditangkap di Tanjungbalai cuma satu. M ditangkap di Tapteng,” pungkasnya.

 

Karenanya, berdasarkan data yang dihimpun, saat ini sudah ada sekitar 5 orang terduga teroris yang sudah ditangkap terkait bom di Sibolga. Masing-masing terduga teroris itu berinisial Hus alias AH alias Uppang, AK alias Ameng, H (perempuan), R (perempuan), dan M.

(ERLANGGA)