Dibawa Kabur Tukang Bakso, Gadis Berkebutuhan Khusus Dicabuli 14 Kali

Reportase.tv, Jakarta – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap seorang pedagang bakso berinisial PBA, di Jombang, Jawa Timur. Ia harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran menculik dan mencabuli seorang gadis berkebutuhan khusus, sebut saja Melati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Melati diketahui menghilang pada Selasa (8/9) lalu, dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada Selasa (29/9). Sebelumnya, Melati terakhir terlihat di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara.

“Kasus ini kemudian didalami oleh Resmob Polda Metro Jaya, yang kemudian memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV. Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, diketahui bahwa korban memang dibawa kabur seseorang,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/10).

Pelaku, sambung Yusri, berhasil ditangkap di rumah kostnya di kawasan Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (30/9). Dari pengakuannya, selama dibawa kabur, korban telah dicabuli sebanyak 14 kali.

“Pelaku memang telah mengenal korban selama sebulan terakhir. Karena korban memang sering terlihat lalu lalang di kawasan Sunter, di mana pelaku sering berjualan bakso,” jelasnya.

Menurut Yusri, mulanya korban ditawari menjadi pembantu rumah tangga. Korban diiming-imingi uang sebesar Rp 50 ribu, dan di bawa ke rumah kos pelaku di Sunter.

“Korban sempat disekap di tempat kos pelaku di Sunter selama dua hari, dan disetubuhi sebanyak tiga kali,” katanya.

Sebelum ke Jombang, lanjut Yusri, korban dan pelaku sempat berada di Boyolali, Jawa Tengah. Di sana pelaku sempat berjualan bakso selama dua hari.

“Di sana (Boyolali) korban sempat dicabuli sebanyak tiga kali. Pelaku juga sempat menjual gerobak bakso yang dipinjamnya sebelum kabur ke Jombang,” terangnya.

Aksi pelaku yang menjual gerobak milik saudagar bakso di Boyolali viral di media sosial. Dari sana, akhirnya polisi melakukan pengejaran.

“Akhirnya mereka berhasil ditangkap di Jombang. Dari pengakuan pelaku, selama pelarian ia telah mencabuli korban sebanyak 14 kali,” kata Yusri.

Di tempat yang sama, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, saat ini pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap korban. Hal tersebut guna menyembuhkan trauma yang diderita gadis 15 tahun tersebut.

“Kita juga akan memeriksa kondisi psikis korban. Karena selama dibawa kabur pelaku, ia mengalami pencabulan sebanyak 14 kali,” katanya.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76 E juncto Pasal 82 dan atau Pasal 76 F juncto Pasal 83 Undang-undang RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.