Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Telah Menyiapkan Skenario Tahun Ajaran Baru

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was'ari, S.Pd,MM.(Foto:Dok)

Reportase.tv, Tegal – Dimulainya aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Tegal, per tanggal 13 Juli 2020 hanya siswa baru yang diberangkatkan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Akhmad Was’ari saat di konfirmasi mengenai perihal proses pendidikan di Kabupaten Tegal, Rabu (09/07/2020). Hal tersebut dilakukan sebagai masa orientasi atau pengenalan siswa di lingkungan sekolah. Karena menurut Was’ari siswa baru perlu menyesuaikan kondisi lingkungan sekolah seperti pengenalan dengan guru maupun antar siswa lainnya.

“Untuk SD berarti hanya kelas satu yang masuk sedangkan SMP itu hanya kelas tujuh. Selain masa pengenalan, siswa baru juga harus mengurus administrasi yang ada.” kata Was’ari.

Masa pengenalan tetap dilakukan dengan pedoman protokol kesehatan yang ketat, seperti apa yang telah diterapkan di masing-masing sekolah. Terkait hal tersebut, masa pengenalan hanya berlangsung satu minggu, setelah itu, siswa akan diliburkan kembali dan belajar di rumah. “Jadi siswa baru hanya berangkat satu minggu mulai tanggal 13 sampai 18 Juli 2020, setelah itu siswa kembali libur sampai ada pengumuman selanjutnya,” pungkasnya.

Terkait banyaknya pertanyaan masyarakat tentang kapan siswa masuk sekolah, Was’ari telah memiliki skenario, yaitu siswa masuk dengan sistem bergilir atau shift. Rencananya, Dikbud Kabupaten Tegal akan mulai memberlakukan skenario tersebut pada bulan Agustus. Namun, dengan catatan, masing-masing sekolah harus memiliki izin dari pihak komite.

Pada tingkat SD, Was’ari menyebutkan siswa masuk secara bergantian. Misal dalam satu kelas terdapat 30 siswa, maka di hari pertama hanya nomor absen 1 sampai 15 yang masuk, kemudian nomor absen 16 sampai 30 masuk di hari berikutnya. Sedangkan pada tingkat SMP dilakukan sistem shift tingkat kelas. “Artinya SMP tidak mengacu pada nomor urut absen, tetapi kelas. Kelas tujuh masuk di minggu pertama, kelas delapan masuk minggu kedua, sedangkan kelas sembilan di minggu berikutnya,” tuturnya.

Berkenaan dengan hal itu, Was’ari tidak memaksa jika para orang tua murid tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah dan pembelajaran masih dapat dilakukan melalui daring atau jarak jauh. “Jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya, maka kami tidak pernah memaksa. Karena itu hak orang tua, sehingga segala tugas maupun pembelajaran dilakukan secara daring. Demikian juga untuk siswa yang kurang sehat atau memiliki penyakit kami sarankan untuk istirahat di rumah saja. Sebagai bentuk kehati-hatian, kami juga membatasi suhu badan siswa. Jika pada pintu masuk terdapat siswa dengan suhu diatas 36,5 derajat celcius, kami sarankan istirahat di rumah,” imbuh Was’ari.*