Dinilai Kebiri Prestasi Atlit Pencak Silat, KONI Tabrak Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional

Ketua Umum Pengurus Pusat PSHT Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc/Ist.
Ketua Umum Pengurus Pusat PSHT Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc/Ist.

Reportase.tv Jakarta – Kejuaraan Dunia Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) piala RM Imam Tahun 2021 di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta berlangsung mulai tanggal 27-31 Oktober 2021.

Kejuaraan tersebut diikuti ratusan atlit dari Sabang sampai Merauke dan beberapa perwakilan dari Australia, Malaysia serta Belanda.

Namun event yang tengah berlangsung ini, tercederai oleh induk olahraga di Indonesia, yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang telah mengeluarkan surat pembatalan kegiatan Kejuruan Dunia (Kejurdun) piala RM Imam Kusupangat dan Parapatan Luhur 2021.

“Surat pembatalan dari KONI dengan Nomor 1144/UMM/X/21 terkait Pencabutan/Pembatalan Surat KONI sebelumnya ber-Nomor 1047/UMM/X/21 ditandatangani Sekjend KONI Pusat, Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma. Terkait surat rekomendasi kegiatan tersebut, dinilai sebagai pengkebirian atlit Pencak Silat Indonesia serta menabrak Undang-undang tentang sistem keolahragaan nasional,” kata Runik Erwanto selaku Tim Advokasi LKBH PSHT, Rabu 27/10/2021.

Dalam surat tersebut, alasan pembatalan Kejurdun tidak dijelaskan secara detail serta dikeluarkan secara mendadak, sehingga dinilai bertentangan dengan Undang-undang No 3 Tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional.

Di pasal 4 dalam undang-undang sistem keolahragaan nasional berbunyi,’keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.’

Ketua Bidang Organisasi PSHT, Agus Susilo menyayangkan tindakan KONI Pusat yang mengeluarkan surat pembatalan tersebut, karena secara tidak langsung KONI telah mencederai konstitusi terkait Perpres RI nomor 95 tahun 2017, tentang peningkatan prestasi olahraga nasional. Tim Advokasi PSHT akan melakukan langkah hukum terkait tindakan KONI Pusat pada kejuaraan dunia piala RM Imam Kusupangat tahun 2021.

Dalam praktek di lapangan selama kejuaraan dunia piala RM Imam Kusupangat berlangsung adalah untuk mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19.

“Kejuaraan Dunia piala RM Imam Kusupangat tahun 2021 sudah menerapkan Protokol Kesehatan secara Ketat sesuai dengan aturan yang ada, diantaranya seluruh Panitia, perangkat pertandingan, official dan atlit harus sudah divaksin minimal dosis 1 dan tiap memasuki gelanggang wajib Swab Antigen serta pengecekan suhu tubuh,” pungkas pengacara yang juga warga PSHT itu. (Sfy)