Disebut Bukan Deklarator Partai Demokrat, Max Sopacua: Belajar Sejarah Lagi!

Reportase.tv, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan mengatakan, jika Max Sopacua bukanlah deklarator partainya. Pernyataan tersebut menyikapi bergabungnya Max ke Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas).

Menanggapi hal tersebut Max menilai apa yang disampaikan Ossy tak tepat. Ossy dianggap tak memahami sejarah Demokrat, apalagi ia merupakan orang baru di partai Demokrat.

“Mas Ossy adalah orang yang baru bertugas sebagai sespri Pak SBY setelah selesai mengabdi sebagai Presiden. Makanya Mas Ossy sebaiknya pelajari sejarah Partai Demokrat secara utuh. Di tahun 2002 itu Mas Ossy ada di mana? Menyebut tempat dan waktu deklarasi saja salah,” ujar Max dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/12).

Diketahui, Ossy dalam sebuah pemberitaan, sempat menyatakan jika dari 99 nama deklarator Partai Demokrat pada 9 September 2001, tak ada nama Max. Deklarasi, kata dia dilakukan di Gedung Graha Pratama Lantai 11, Jakarta Selatan, di hadapan notaris Aswendi Kamuli.

Namun menurut Max, tidak ada deklarasi partai Demokrat di lokasi yang disebut Ossy.

“Di situ kantor almarhum Ventje Rumangkang, yang disebut deklarasi oleh Mas Ossy itu penandatanganan akta pendirian Partai Demokrat di depan notaris Aswendi Kamuli, dan itu bukan tanggal 9 September tapi tanggal 10. Mengapa akhirnya menjadi tanggal 9 september? Itu usulan almarhum Ventje Rumangkang agar menyamakan dengan ulang tahun Pak SBY,” paparnya.

Max mengakui ia tak ikut serta dalam penandatanganan akta pendirian oleh 15 orang dan sisanya diwakilkan oleh Ventje tersebut. Sebab, kala itu ia merupakan pegawai negeri sipil (PNS), yang sebelumnya telah diingatkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Faisal Tamin agar seluruh PNS tak berpolitik.

“Namun yang penting adalah deklarasi, dan saya di OC (Organizing Committee). Deklarasi Partai Demokrat itu tanggal 17 Oktober 2002 di Jakarta Hilton Convension Centre (JHCC ) sekarang JCC, dilanjutkan dengan rakernas di Hotel Indonesia,” katanya.

Politikus asal Saparua itu menjelaskan, ketika deklarasi dan rakernas Demokrat SBY tidak hadir. Sebab masih menjabat Menko Polhukam dalam kabinet yang dipimpin Presiden Megawati Soekarnoputri. Atas itu semua, Max meminta Ossy mempelajari sejarah Demokrat secara mendalam.

“Mas Ossy bisa nanya ketum pertama Prof Budhisantoso atau yang lain di antaranya saudara Steven Rumangkang, putra almarhum Ventje Rumangkang yang duduk di pengurus Partai Demokrat. Sehingga Mas Ossy tidak memberikan pernyataan yang keliru kepada pers,” pungkasnya.