Diskusi Bertajuk Shaping Newly Human Skill in Digital Revolution, Soroti Industri 4.0

MEDAN,reportase.tv-Civitas Akademika Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar diskusi bertajuk Shaping Newly Human Skill in Digital Revolution, dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang tampak serius melihat dan mendengarkan pemateri memberikan informasi.

Dalam acara itu, hadir jajaran petinggi PT Kawasan Industri Medan (KIM) yang hadir untuk memberikan dan membagi pengalaman untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yang sedang digalakkan saat ini.

Direktur Utama PT KIM, Trisilo Ari Setiawan yang menjadi pemateri mengatakan kedatangannya ke USU adalah sebagai bagian dari program BUMN mengajar. Dimana para direksi BUMN, diminta untuk masuk ke universitas dan sekolah untuk memberikan sharing sesion atas kompetensi atas reward off industri kedalam dunia akademis.

“Kita hari ini memberikan materi Shaping Newly Human Skill in Digital Revolution. Kita berharap dari USU mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang secara langsung bisa mengakomodir spesifikasi mitra industri. Jadi human capital yang dihasilkan tidak perlu terlalu jauh datang dari daerah lain cukup dihasilkan lokal dari Sumut,” kata Trisilo di USU, Kamis (21/3/2019).

“Harapan kami sangat tinggi, karena KIM akan memperluas kawasan mungkin bertambah 200-300 hektare tahun ini. Artinya akan menghasilkan sekitar 172 mitra industri baru, dan ruang pekerjaan yang dihasilkan sekitar 381 ribu lapangan kerja. Itulah peluang yang terbuka saat ini,” sambungnya.

Trisilo menjelaskan bahwa ia sangat yakin USU mampu menghasilkan lulusan terbaik. Dengan catatan kapasitas yang dihasilkan mampu mengejar dinamisasi industri. Begitu kapasitas sesuai maka akan mudah.

“Kuncinya bagaimana lapangan pekerjaan itu mendapatkan pekerjanya yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena total ada 472 mitra industri yang berkembang. Saya yakin kebutuhan mitra industri untuk pekerja akan terus berkembang,” jelas Trisilo.

Sementara itu, Direktur Pasca Sarjana USU Prof. Dr. Robert Sibarani, MS menyambut baik materi yang diberikan oleh PT KIM. Karena pengalaman Direktur PT KIM dalam penerapan industri 4.0 bisa di transfer dan modifikasi, untuk pendidikan pasca sarjana S2 dan S3 yang berkenaan dengan modifikasi kurikulum dan kebutuhan alumni.

“Kita ingin membuat pendidikan itu bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Tentu dengan penerapan revolusi industri 4.0,” kata Robert.

“Ini barang baru, tapi USU telah banyak berbuat untuk penerapan revolusi 4.0. Salah satu contoh judul buku yang kita buat berjudul Pemikiran Guru Besar Tentang Pendidikan Tinggi di Era Revolusi 4.0,” sambungnya.

Masih kata Robert, buku ini baru di launching seluruh guru besar Indonesia ada 43 orang yang menulis termasuk dia di dalamnya. Jadi semua guru besar sudah mulai mengaitkan bidangnya dengan penerapan revolusi industri 4.0 .
Tetapi karena masih hal baru dan USU masih baru dalam masalah teknologi digitalisasi.

Karena, lanjut Robert sebagaimana diketahui industri 4.0 dimulai dengan mekanisasi, elektrisiti, komputerisasi dan digitalisasi. Jadi bagaimana mentransfer pengetahuan ilmu dengan digitalisasi.

“Kita ingin menerapkan knowledge transfer atau pengalihan transfer pengetahuan melalui industri 4.0. Salah satu contoh kalau dulu orang beli buku manual sekarang sudah paperless diambil melalui digital. Dosen harus paham betul penerapan, nantinya tidak perlu di fotokopi melainkan di buat format PDF saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Robert menjelaskan bahwa nantinya ketika mahasiswa tidak hadir tidak perlu sulit lagi. Mahasiswa tinggal menanyakan kepada dosen atau dosen memberikan bahan kepada mahasiswa. Minimal, misalnya dia sedang sakit dan dirawat di RS dia bisa melihat dan mempelajari.

“Saya kira itu bagian yang harus dipahami oleh Civitas Akademika baik mahasiswa maupun dosen. Jadi sekarang industri yang diujung dunia itu bisa diterapkan disini, dengan teknologi informasi melalui digitalisasi kerangka revolusi industri 4.0,” pungkas Robert

(ERLANGGA)