Ditetapkan Tersangka, Namun Bos Electra Tidak Juga Ditahan Polisi

Reportase.tv – Salah satu pemegang saham KTV Electra inisial Y alias YY diadukan rekan bisnisnya Hendrik Gunawan ke Polda Sumut, dengan nomor laporan LP /B/ 1395 /IX/ 2021 /SPKT / POLDASU karena diduga menggelapkan aset senilai Rp1,8 miliar.

Selain Y alias YY, penyidik Unit 1, Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut juga sudah menetapkan status tersangka kepada dua pelaku lainnya  inisial R dan A yang kini ditahan Polsek Medan Baru dalam perkara kepemilikan 10 butir pil ekstasi pada 3 Januari 2023. Alexander ditangkap dari salah satu ruangan penginapan di kompleks CBD Polonia.

Namun, meski sudah 7 bulan menyandang status tersangka, YY tidak kunjung ditahan penyidik. Diharapkan, berkas perkaranya segera dilimpahkan agar tersangka bisa diadili.

Karena belum adanya penahanan tersangka, Hendrik Gunawan memohon perlindungan hukum kepada Kapolri, Karopaminal dan Kadiv Propam Mabes Polri. Mereka berharap kasus penggelapan mencapai Rp1,8 miliar itu secepatnya diproses dan terhadap tersangka dilakukan penahanan.

Hendrik Gunawan selaku Wakil Direktur KTV Electra mengadukan Y dan kawan-kawan ke Polda Sumut pada September 2021.

Laporan itu berawal dari Direktur KTV Electra S  dicokok petugas sehingga lokasi hiburan tersebut dioperasionalkan Hendrik.

Namun, sebelum masa kontrak lokasi berakhir, Hendrik memohon kepada Y selaku pemegang saham 5 persen dan pemilik gedung segera memperpanjang kontrak sewa lokasi selama 3 tahun Rp500 juta, Hendrik memberikan 10 lembar cek senilai Rp50 juta kepada Y.

Tapi belakangan, Y  menyewakan lokasi hiburan itu kepada Alex tanpa persetujuan Hendrik.

Padahal, seluruh aset KTV Electra yang dikelola CV Setia Laju Sejahtera belum dibahas dan dibubarkan. Kini KTV Electra berubah nama menjadi KTV Alectra yang dikelola PT Berlian Musika Indonesia. Aset dan semua izin CV Setia Laju Sejahtera dipergunakan PT Berlian Musika Indonesia.

Akibat perbuatan Y  dan rekannya, Hendrik mengalami kerugian Rp1,8 miliar. Setelah digelar perkara, akhirnya penyidik menetapkan Y dan rekannya sebagai tersangka. Namun sampai saat ini penyidik belum juga dilakukan penahanan kepada YY dkk, karena diduga kuat ada oknum yang mengintervensi kasus ini.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi, Jumat (20/1/2023) mengatakan, penyidik hingga saat ini masih melengkapi berkas perkara tersebut untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

“Penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP masih terus berproses. Saat ini penyidik terus melengkapi berkas perkara.Terhadap 3 orang tersangka tidak ditahan dikarenakan adanya permohonan dari masing-masing keluarga tersangka dan penyidik menilai tersangka kooperatif. Kewajibannya (tersangka) untuk wajib lapor dijalankan, tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti,” tandas Hadi Wahyudi.