Dituduh Penghianat Veronica Koman Malah Diberi Penghargaan HAM Australia

Veronica Komam menerima pengjargaan 'Sir Ronald Wilson Human Rights Award' dari Australia. (Foto : Istimewa)

Reportase.TV Sydney– Tidak disukai oleh sebagian besar pejabat Indonesia, pengacara sekaligus pembela hak asasi Veronica Koman menerima penghargaan ‘Sir Ronald Wilson Human Rights Award’ dari Australia karena keberaniannya mengungkap pelanggaran hak asasi manusia di Papua dan Papua Barat.

Penghargaan kepada Veronica diberikan oleh Australian Council for International Development (ACFID)di Kota Sydney kemarin.

“Saya mendedikasikan penghargaan ini kepada para korban tindak kekerasan yang dimulai akhir Agustus di Papua Barat,” kata Veronica setelah menerima penghargaan, seperti dikutip dari ABC Indonesia, Jumat (25/10/2019).

“Khususnya belasan orang yang tewas di tangan pasukan keamanan dan 22 tahanan politik yang dituduh melakukan pengkhianatan.”

Veronica mengucapkan terima kasih kepada rakyat Papua yang telah “mengubah hidupnya” dan ia mengatakan suara mereka tidak akan lagi teredam di dunia internasional.

Perempuan kelahiran Medan 14 Juni 1988 ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur karena dianggap menyebarkan hoaks dan bersikap provokatif.

Meski menjadi tersangka, Veronica terus melaporkan tindak kekerasan yang terjadi di Papua dan Papua Barat, termasuk mengunggah video penemuan mayat-mayat di Nduga, Papua Barat yang menurutnya “diduga ditembak TNI” pada 20 September lalu.

ACFID menganggap Veronica telah mengorbankan dirinya sendiri untuk terus melaporkan pelanggaran hak asasi di Papua, meski mendapat ancaman dan intimidasi.

“Penghargaan ini mewakili kekuatan dan keberanian semua orang yang telah membela hak asasi orang Papua Barat,” ujar Marc Purcell, Direktur Eksekutif ACFID. (tata)