DPR Kecam Rencana Pencaplokan Wilayah Tepi Barat Palestina

Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha (foto: Instagram)

Reportase.tv, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengutuk keras sikap Israel yang akan melakukan pencaplokan wilayah tepi barat Palestina. Padahal telah ditentukan garis batas negara pada tahun 1967.

Menurutnya, hal tersebut makin membuktikan bahwa negara Zionis tersebut munafik dan tidak mengindahkan kedaulatan Palestina.

“Kita mengutuk keras rencana Israel yang akan mencaplok tepi barat Palestina. Israel ini negara munafik yang tidak pernah ‘Istiqomah’ terhadap perjanjian dengan Palestina, terutama garis batas tahun 1967,” ujar Syaifullah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6).

Politisi PPP ini menilai, rencana pencaplokan tepi barat Palestina itu akan menimbulkan menimbulkan sejumlah dampak. Salah satunya adalah memanasnya suhu politik internasional.

“Rencana Israel itu bertentangan dengan resolusi dan hukum internasional PBB. Ini juga merusak mimpi warga Palestina yang ingin hidup secara damai dan mendapatkan haknya,” katanya.

Sebagai negara yang bersahabat dekat Palestina, Indonesia sangat tegas hanya mengakui keberadaan negara Palestina dan menolak keras pendudukan Israel.

“Indonesia juga saat ini bahkan telah membuka Konsul Kehormatan Indonesia untuk Palestina berkedudukan di Ramalah,” jelasnya.

Indonesia, sambung Syaifullah, secara tegas menentang penjajahan atas negara manapun. Hal tersebut secara tertulis dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

“Prinsip itu tidak akan pernah berubah sepanjang Pembukaan UUD NRI (Negara Republik Indonesia) 1945 yang berbunyi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegasnya.