Dua Curanmor Tersungkur Ditembak Polisi

Reportase.tv Medan – Petugas Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di kost Pak Horas Jalan HM Joni Gang Murni, Keluruhan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area, Selasa (7/5/2019).

Kedua tersangka yakni MI alias B (27) warga Jalan Pasar V Gang Salak dan HG alias A (21) warga Jalan Pasar Baru Gang Sayang, Tembung. Dari mereka, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 900 ribu, dua buah topi warna hitam, 1 buah jam tangan, dua buah kunci T dan 1 buah gelang warna hitam.

Kasubdit Pidum Reskrim Polrestabes Medan, Ipda Toto Hartono mengatakan, para pelaku mencuri sepeda motor jenis Honda Scoopy BK 2746 MAH, milik Yustri Yani (27) warga Dusun IV Tanjung Rejo, Kelurahan Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai.

“Korban yang ngekost di tempat tersebut sebelumnya memarkirkan sepeda motornya di parkiran kos Pak Horas. Pagi harinya, dia melihat sepeda motor tersebut sudah tidak ada lagi disitu. Korban kemudian membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan kerugian diperkirakan sekitar Rp 7,7 juta,” ujar Toto, Rabu (8/5/2019).

Dikatakan Toto, beberapa jam setelah kejadian, pihaknya mendapatkan informasi bahwa pelaku pencurian sepeda motor sesuai dengan laporan polisi tersebut, sedang nongkrong di depan waret seputaran Pasar V Tembung.

“Kemudian tim langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan kedua tersangka. Kepada petugas, mereka mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Berdasarkan interogasi yang dilakukan pihaknya, diketahui kalau tersangka MI alias B berperan sebagai membawa sepeda motor, sedangkan HG alias A berperan yang mengambil sepeda motor korban dari parkiran. Kemudian sepeda motor itu dijual kepada K yang kini masih DPO seharga Rp 2 juta.

“Tim langsung melakukan pengembangan untuk mencari sepeda motor korban. Namun pada saat akan menunjukkan keberadaan si penadah, kedua tersangka mencoba melawan petugas sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki mereka,” tegas Toto.

Selanjutnya kedua tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis. Putu bilang, tersangka MI alias B mendapat bagian sebesar Rp 1 juta, dimana dia juga merupakan residivis kasus narkoba.

“Sementara tersangka HG alias A mendapat bagian Rp 1 juta juga dan dia merupakan resedivis kasus 363 Curanmor tahun 2016 dan tahun 2017 di Polsek Percut Sei Tuan,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun kurungan penjara.(Re)

Editor ; Erlangga