Dua Karyawannya Meninggal, Bupati Tangerang Serahkan Surat Penutupan Sementara PT. PEMI

Reportase.tv, Balaraja – Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mendatangi kantor PT. EDS Manufacturing Indonesia (PEMI) di Kecamatan Balaraja, Senin (27/4). Kedatangan Zaki untuk memberikan surat berkaitan dengan PSBB di Kabupaten Tangerang.

Saat kunjungan, Zaki didampingi oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintah Dan Kesra, Kadisnaker, Camat Balaraja, Kabag Kerjasama Daerah, Kabid Informasi dan Kumunikasi Publik Diskominfo.

Zaki mengatakan, dalam peraturan PSBB tersebut ada pasal yang berbunyi apabila ditemukan karyawan atau buruh yang terpapar Covid 19 maka industri tersebut wajib melakukan rapid test. Selain itu, pabrik wajib menghentikan sementara waktu produksi dan operasionalnya selama 14 Hari.

“Di PT PEMI ini sudah ada dua kasus karyawan meninggal namun belum terkonfirmasi positif terjadi penularan lokal yang kedua. Walaupun secara medis belum terkonfirmasi positif, tapi 90 persen sudah dinyatakan positif Covid 19 dan masih menunggu hasil thorax dan lain sebagainya,” ujar Zaki

Zaki menjelaskan, pihaknya akhirnya memutuskan untuk menghentikan operasionalnya sementara selama 14 hari. Penutupan dimulai pada hari ini hingga 14 hari ke depan.

“Kehadiran saya ke sini merupakan satu bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kabupaten Tangerang. Mohon untuk ditindaklanjuti surat dari pemerintah Kabupaten Tangerang ini,” Tegasnya.

Ia pun meminta kepada perusahaan kemudian nanti hasil rapid test seluruh karyawan PT PEMI itu diserahkan kepada pemerintah daerah untuk ditelusuri di rumah masing-masing.

“Saya minta kepada PEMI untuk melakukan rapid test seluruh karyawan dan hasil dari rapid tesnya harap diberikan ke pemerintah daerah karena kita akan melakukan tracing ke keluarga keluarga mereka apabila ditemukan hasil yang positif,” katanya.

Sementara itu, Kadisnaker Kabupaten Tangerang, Jarnaji Menambahkan, pemerintah sudah berikan kebebasan kepada perusahaan dalam oprasional di masa PSBB. Pemerintah dipersilakan beroperasi namun dengan mengikuti aturan yang ada.

“Kita telah berikan pemberitahuan kepada perusahaan yang tetap melakukan oprasional di waktu PSBB dipersilakan. Asal sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan Covid 19 yang berlaku, dan kita akan semakin memperketat,” kata Jarnaji.

Sementara itu Yamashita selaku Chairman PT. PEMI mengungkapkan, pihaknya menerima dan akan meliburkan karyawannya sesuai anjuran dan peraturan pemerintah, karena di PEMI sudah kedapatan ada 2 orang yang meninggal diduga Covid 19 (PDP).

“Kami akan ikuti seluruh aturan yang ada dan kami akan meliburkan seluruh karyawan dan lakukan shutdown di perusahaan kami,” kata Yamashita.

Yamashita yang didampingi penerjemah meminta Zaki agar memberikan kebijakan dengan mengizinkan maksimal 10 orang karyawan administrasi maupun akunting untuk tetap masuk kerja. Pasalnya pekerjaan mereka berkaitan dengan administrasi perusahaan dan keuangan, karena di PEMI ini total karyawannya sekitar 5.200 orang.

“Kami berharap ada beberapa pekerja kami seperti akunting atau manajemen yang terkait gaji atau keuangan minta tetap masuk karena untuk menggaji karyawan juga Kami akan meminta minimal 10 orang dan kami juga akan mengikuti anjuran PSBB yang diberlakukan di Kabupaten Tangerang,” Pintanya.

Sementara itu, manajemen PT PEMI Sugeng Harianto menambahkan, terkait surat terbuka dari dr. Arius Karman yang kemarin viral tentang karyawan PT PEMI, menurutnya, perusahaannya berkomitmen mengikuti aturan pemerintah.

“Terkait isi dari berita juga yang kemarin viral tidak bisa dipertanggungjawabkan tidak ada konfirmasi kepada kami maupun kepada pihak manajemen, Padahal kami membuka peluang untuk komunikasi,” katanya.

Lebih jauh Sugeng mengaku prihatin dengan adanya sebagian karyawan yang jadi korban intimidasi masyarakat karena misinformasi. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat saling menjaga dan jangan mudah termakan isu yang belum tentu kebenarannya.