Dua Wanita Selundupkan Narkoba ke Lapas Banceuy

Reportase.tv Bandung – Petugas Lembaga Permasyarakatan Narkoba Banceuy Kota Bandung kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas.

Kali ini dilakukan oleh dua wanita dan menyembunyikan ‘barang terlarang’ di dalam kemaluannya.

Petugas berhasil memeriksa dua wanita yang bernama Reghita Fachra Fiona dan Novianti, dari gerak-gerik keduanya tampak mencurigakan saat akan diperiksa petugas.

Setelah diperiksa petugas melalui sinar X dan penggeledahan seluruh anggota badan, petugas mendapati narkotika berbagai jenis, yakni 180 gram sabu, satu paket tembakau gorila, 29 butir pil warna kuning, 14 butir oil berwarna biru, 30 butir Alfazholam, dan 14 pil riclona, yang dimasukan ke alat kontrasepsi.

Kepala Kesatuan Penangaman Lapas Banceuy, Eris Ramdani mengatakan, kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika berbagai jenis yang dilakukan oleh dua wanita yang disimpan di dalam kemaluan. Hal itu terungkap setelah pemeriksaan intensif lewat x ray dan penggeledahan menyeluruh anggota badan.

“Kami langsung koordinasi dengan ditresnarkoba Polda Jabar untuk penanganan lebih lanjut,” kata Eris saat konferensi pers, Sabtu (21/9/2019).

“Dari pengakuan salah satu pelaku, ia dijanjikan akan diberi telepon seluler jika berhasil menyelundupkan ‘barang’ tersebut, dirinya pun mengaku baru pertama kali melakukan aksi penyelundupan narkotika,” kata dia

Eris menambahkan, jika kedua pelaku tidak saling kenal, satu pelaku hendak mengantarkan narkotika pada terpidana berinisial AK dan satu pelaku lain pada pelaku berinisial DK yang merupakan narapidana pindahan dari Lapas Kebon Waru, Bandung.

“Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas ini, akan ditindak lanjuti oleh Ditresnarkoba Polda Jabar, guna menelusuri asal narkotika dan otak penyelundupan tersebut,” ucap Eris

Regitha, pelaku penyelundupan mengatakan, “baru pertama kali melakukan dan saya diimingi akan diberi handphone dan uang oleh yang menyuruh bernama Asep, saya tidak tahu jumlah narkotikanya berapa,” katanya.

Upaya penggagalan ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan Petugas Lapas Banceuy. Setelah sebelumnya berbagai macam cara melalui kurir hingga di sembunyikan di dalam barang bawaan untuk warga binaan. ()