Dugaan Unsur Suap Dalam Pemilihan Wakil Walikota Binjai

Foto bersama Irhamsyah Pohan dengan Edy Putra Sitepu/ist
Foto bersama Irhamsyah Pohan dengan Edy Putra Sitepu/ist

Reportase.tv Binjai – Rekaman Voice note percakapan antara Ketua DPD Partai Nasdem Kota Binjai, Edy Putra Sitepu, dengan salah seorang anggota DPRD Kota Binjai yang disebut sebut adalah Irhamsyah Putra Pohan, yang tidak lain adalah Ketua DPC PPP Kota Binjai, kini menjadi pembicaraan hangat dikalangan elit Politik maupun masyarakat Kota Binjai.

Sebab, dalam rekaman Voice note yang berdurasi kurang lebih 1 menit 12 detik itu, terdengar pembicaraan adanya dugaan suap dalam pemilihan Wakil Walikota Binjai, masa jabatan 2021-2024, yang dimenangkan oleh Rizky Yunanda Sitepu.

Bahkan, Ketua Forum Konsorsium Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Kota Binjai, Yudhi Pranata, meminta dan mendesak pihak kepolisian Polda Sumatera Utara, agar mengusut adanya dugaan suap oknum Anggota DPRD Kota Binjai dalam pemilihan Wakil Walikota Binjai, yang digelar belum lama ini.

Hal tersebut di sampaikan Yudhi Pranata dalam konfrensi Persnya di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Senin (26/7) kemarin.

“Besok rencananya kita akan Ke Polda Sumut dan meminta pihak Diskrimsus Polda Sumut untuk mengusut kasus dugaan suap itu,” kata Yudhi dalam konfrensi Persnya.

Sebab menurut Yudhi, dalam rekaman tersebut, menyebutkan adanya sejumlah uang sebesar Rp 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah) untuk masing masing tiga orang dengan total Rp 60.000.000 (Enam Puluh Juta Rupiah) untuk tiga orang anggota DPRD Binjai dari Partai Nasdem.

Terkait hal itu, awak media melakukan konfirmasi kepada Ketua DPC PPP Kota Binjai, Irhamsyah Putra Pohan. Saat ditemui disalah satu Cafe yang ada diseputaran Lapangan Merdeka Binjai, I’am (sapaan akrab Irhamsyah Putra Pohan) tampak bersama salah seorang anggota DPRD Binjai dari fraksi Nasdem, Tengku Matsyah.

I’am mengakui bahwa rekaman Voice note percakapan itu adalah dirinya dengan Ketua DPD Nasdem Binjai, Edy Putra Sitepu.

“Pembicaraan itu hanya bercanda. Bahkan di DPRD Binjai kami juga sering bercanda, yang ada ditiadakan, dan yang gak ada diada adakan. Karena beliau (Edy Putra Sitepu-red) pernah menjadi kawan saya di DPRD Binjai, Periode 2014-2019,” ungkap I’am, Selasa (27/7) Sore.

Sebagai Anggota DPRD Binjai, I’am juga mengaku tidak keberatan jika namanya dibawa bawa dalam permasalahan itu. “Tidak masalah, saya tidak akan melakukan upaya apapun. Yang namanya persahabatan menurut saya itu sah sah saja nama kita dibawa bawa. Mudah mudahan itu menjadi positif buat masyarakat,” ujar Irhamsyah Putra Pohan.

Disoal upaya apa yang akan dilakukan jika terbukti Yudi Pranata melaporkannya ke Poldasu, Pria berpostur tinggi mengaku akan melaporkannya kembali.

“Seandainya rekaman tersebut dilaporkan sama Yudhi, tidak masalah, kita akan laporkan kembali, apa benar bahasa itu atau tidak,” tegas Irhamsyah Putra Pohan.

Sebagai seorang Politikus, Irhamsyah Putra Pohan juga mengaku tidak keberatan namanya disebut sebut Ketua Partai. “Kalau itu sifatnya positif, ya tidak apa apa. Ini juga menjadi konsumsi publik bahwanya itu juga menjadi kampanye Politik,” tuturnya dengan santai.

“Kalau Yudhi mau membawa masalah ini, tinggal dia menyikapinya. Rekan rekan kita yang keberatan juga bisa saja menuntut Yudhi, karena dia menyatakan Lembaga (DPRD-red),” sambung I’am.

Diqkhir pembicaraannya, I’am menegaskan bahwa dirinya tidak akan mendatangi Yudhi Pranata. Sebab, dirinya tidak keberatan.

“Walau Yudhi berbuat seperti itu, kita balas dengan kebaikan saja dan kita ambil nilai positifnya,” demikian ungkap Irhamsyah Putra Pohan, sembari mengatakan bahwa pertemuannya dengan Tengku Matsyah disalah satu Cafe yang ada diseputaran Lapangan Merdeka Binjai, guna membahas Cafe milik mereka masing masing. (Prb)