FBR Gelar Deklarasi Bersama Terkait Tindakan Dugaan Kekerasan Pada Wartawan

Reportase.tv Tangsel – Tindakan Intimidasi dan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum ormas FBR terhadap wartawan kabar6.com Eka Huda Rizky saat FBR menggelar aksi di halaman Kantor Pemkot Tangsel jalan Maruga Serua Ciputat pada senin 02/12/19.

Akibatnya tindakan oknum FBR tersebut mendapat reaksi dan protes keras dari rekan-rekan profesi wartawan Tangsel dan berbagai organisasi wartawan baik dari Persatuan Wartawan Indomesia (PWI), Aliansi Wartawan Indonesia (AJI) Jakarta dan berbagai organisasi wartawan se-Tangerang Raya. 

Setelah FBR mendatangi kantor kabar6.com dan meminta maaf secara langsung kepada Eka atas pristiwa tersebut maka keduanya bersepakat untuk menandatangani deklarasi bersama di halaman Polres Tangsel jalan Promoter BSD Serpong di hadiri pengurus FBR Tangsel, redaksi kabar6.com, Ketua PWI Tangsel Junaidi dan Kasat Sabhara AKP Ii. Sutasman.  

Sekjend FBR Satiyan, dihadapan wartawan mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan permasalahan secara kebersamaan dan berkeinginan kedepan dapat mempertahankan kondusifitas di wilayah Tangsel. 

“Yang terpenting hari ini ada hikmahnya, kita jadi saling kenal dan kita bisa lebih menjalin kebersamaan saya berharap peristiwa ini tidak terjadi lagi kedepan kita bisa lebih bersinerji dalam menciptakan Tangsel yang baik dan lebih  kindusif,” jelasnya. 

Di tempat yang sama redaksi kabar6.com menjelaskan secara pribadi karena yang mendapat kekerasan adalah wartawannya, kejadian ini merupakan kesalahpahaman di lapangan karena menurutnya kondisi saat itu sedang panas.”Kita sepakat mengambil jalan damai dimana kami telah membuat surat deklarasi damai bersama hari ini. Damai disini bukan hanya untuk Eka saja namun untuk semua rekan media yang lain. Karena tugas jurnalis dilindungi UU Pers, saya berharap rekan FBR kedepannya akan lebih sinergi dan akan lebih kondusif dilapangan dan hari ini kita akan mendeklarasikan deklasi damai,” pungkasnya.

Sementara perwakilan wartawan Hasan dari koran Sindo menambahkan, awak media tidak anti ormas menurutnya jurnalis sangat menghargai kearifan lokal dan sangat tidak menerima tindakan premanisme.
 
“Kelakuan yang di lakukan pada Eka adalah salah satu bentuk premanisme. Disini Kami lebih menjaga kepada praktek premanismenya agar jangan lagi terulang. Kita akan memberikan ruang terhadap FBR  dan menjaga kondusifitas antara Ormas FBR dan Wartawan,” pungkasnya. (Hen/Sfy)