FSSP Surabaya Dukung Polri Berantas Terorisme Sampai ke Akar

Ketua FSSP Kota Surabaya, M. Ma'ruf berfoto bareng anggota Polri beberapa waktu lalu
Ketua FSSP Kota Surabaya, M. Ma'ruf berfoto bareng anggota Polri beberapa waktu lalu

Reportase.tv Surabaya – Forum Silaturahmi Santri Sahabat Polisi (FSSP) Wilayah Kota Surabaya berikan dukungan kepada Densus 88 Anti Teror POLRI dalam memberantas terorisme sampai ke akarnya.

Selain itu mereka juga mengecam keras oknum yang sengaja membenturkan Polisi dan Ulama dalam penindakan terhadap kasus radikalisme dan terorisme di Indonesia, khususnya terkait penangkapan salah satu pengurus MUI Pusat.

“Kami sangat mendukung langkah-langkah strategis Densus 88 dalam pemberantasan kasus radikalisme dan terosisme di negeri tercita ini terutama yang berafiliasi didalamnya juga jaringan-jaringan finansial mereka. Apapun latarbelakangnya kalau memang betul terjaring dan sudah ada bukti nyata terlibat, harus ditindak tegas,” ujar Ketua FSSP Wilayah Kota Surabaya, M. Ma’ruf Jum’at 19/11/2021 saat ditemui di Surabaya.

Pria yang akrab dipanggil Cak Ma’ruf itu menjelaskan bahwa, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab negara dan pemerintah khususnya Densus 88 Anti Teror POLRI untuk saling bahu membahu bersama masyarakat dalam memberantas terorisme dan radikalisme dimanapun berada, termasuk MUI sebagai wadah yang selama ini menjadi ujung tombak dalam upaya menangkal arus radikalisme dan terorisme.

“Kita harus sadar bahwa terorisme dan radikalisme adalah musuh bersama. Islam itu rahmatan lil alamin, cinta kedamaian cinta persaudaraan jangan hanya cuma bikin gaduh saja seolah-olah ulama di kriminalisasi oleh negara,” ungkap Cak Ma’ruf

Pihaknya juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang mencoba membenturkan dan menggiring opini seolah-olah Densus 88 benci kepada ulama itu salah. Polri tidak bekerja semena-mena, mereka bekerja dengan bukti yang sudah dihimpun lengkap dan dibuktikan oleh para saksi-saksi.

“Densus 88 Anti Teror POLRI bertindak sudah sesuai dengan UU No 5 tahun 2018 tentang Perubahan Atas UU 15 tahun 2003 tentang Penetapan Perppu 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menekankan bahwa tindak pidana terorisme yang selama ini terjadi di Indonesia merupakan kejahatan yang serius yang membahayakan ideologi negara, keamanan negara, kedaulatan negara, nilai kemanusiaan, dan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta bersifat lintas negara, terorganisasi, dan mempunyai jaringan luas serta memiliki tujuan tertentu sehingga pemberantasannya perlu dilakukan secara khusus, terencana, terarah, terpadu, dan berkesinambungan, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujarnya.

Pria dengan satu orang putri itu juga berharap kepada masyarakat untuk membiarkan Polri bergerak sesuai tugasnya dalam hal pengamanan untuk ketentraman masyarakat,

“Terakhir kami menghimbau kepada masyarakat di seluruh Indonesia, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh oknum2 tertentu yang tidak bertanggungjawab yang ingin memecah belah persatuan para ulama, umaro serta memecah persatuan dan kesatuan NKRI demi kepentingan tertentu” pungkasnya. (Sfy)