Gadis Cantik Asal Bone, Dipersunting Anggota Polisi Australia

Seorang anggota polisi Australia memprsunting gadis cantik asal Bone

Reportase.tv Makasar – Gadis cantik asal Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi perbincangan setelah di persunting personil polisi Australia

Hal ini terungkap saat beredarnya foto perkawinan Bule asal Australia itu bersama gadis suku bugis Bone.

Pernikahan keduanya berlangsung pada hari Senin 10 Juni 2019, tepatnya di Kampung 77 Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.

Tampak pria bule itu mengenakan jas warna hitam, sedang gadis Bone itu mengenakan pakaian baju terusan warna putih dihiasi kerudung putih.

Pasangan pengantin itu berdiri dipelaminan, seraya menebarkan senyum menyalami para tamu undangan, foto yang diupload oleh netizen di media sosial itu pun jadi heboh.

Dilansir okzone, perkawinan pria asal Australia itu dengan gadis Bone berlangsung di Australia. Foto pernikahan tersebut di upload oleh warga Kajuara, Kabupaten.

Bahkan Kepala Desa Ulubalan Haeril Kacong turut menguploadnya.

Haeril Kacong yang dikonfirmasi membenarkan pernikahan itu. Dia mengatakan, pria bule asal Negeri Kanguru itu resmi menikahi seorang gadis Bone tersebut. Kata dia, pernikahan pasangan kekasih itu belum lama ini berlangsung.

“Memang betul foto pernikahan pria bule asal Ausralia itu yang duduk bersanding dipelaminan bersama seorang wanita asal Bone. Pasangan tersebut resmi menikah di Australia beberapa waktu lalu. Bahkan, resepsinya pun digelar di Desa Tarasu,” kata Haeril Selasa 11 Juni 2019.

Dia menyebutkan identitas pria Bule Australia itu bernama Philips sedang gadis Bone tersebut bernama Lisda.

“Pasangan itu sampai jodoh saat bertemu di Australia. Dimana Lisda kala itu bekerja di Australia. Pertemuan keduanya sampai kelubuk hati paling dalam hingga berujung pernikahan,” beber Haeril.

Menurut Haeril jodoh itu tak akan kemana. Bahkan kata dia, dalam Alquran manusia itu dianjurkan untuk saling kenal-mengenal bersuku-suku, berbangsa-bangsa.

“Ya mungkin seperti itulah makna dalam Alqur’an kita di anjurkan untuk saling kenal-mengenal dan juga untuk tidak saling mengolok-olokkan,” katanya lagi.

lebih lanjut ia menuturkan bahwa Lisda merupakan jebolan Pondok pesantren, ia juga alumni salah satu perguruan tinggi di kota Makassar.

“Usai Lisda menyelesaikan pendidikannya pada salah satu perguruan tinggi di Makassar, Lisda kemudian bekerja di Australia. Di sana Lisda bertemu jodohnya yang merupakan anggota kepolisian Australia,” imbuhnya.(Re)