Gali Kreativitas, Purbasari Pancuran Mas Gelar Festival Kenthongan

Reportase.tv, Purbalingga – Taman wisata Purbasari Pancuran Mas, Purbalingga, menggelar festival Tek Tek Kenthongan, Minggu (22/12). Festival ini merupakan upaya Purbasari Pancuran Mas, Kabupaten Purbalingga untuk mewujudkan semangat dan menggali nilai-nilai kearifan lokal untuk memperkuat spirit kehidupan bersama masyarakat.

Festival Kenthongan adalah even tahunan terbesar yang digelar secara rutin oleh manajemen Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas sejak tahun 2013. Tahun ini merupakan kali ke-enam festival tersebut diselenggarakan.

Pemilik Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Purbalingga Junjung mengatakan, Purbasari Pancuran Mas ini merupakan pionir yang merintis seni Kenthongan atau Thek-thek dalam kemasan festival tahunan di Kabupaten Purbalingga. Festival ini sekaligus menjadi ajang adu kreatifitas dalam seni musik dan koreografi.

“lde dasar diselenggarakannya even ini adalah untuk ikut mengambil bagian dalam melestarikan seni Kenthongan atau Thek-thek sebagai salah satu kesenian khas Banyumasan. Festival juga digelar untuk meramaikan masa liburan di Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, sekaligus turut serta menyemarakkan hari jadi Kabupaten Purbalingga, yang jatuh pada bulan Desember,” kata Junjung kepada Reportase.tv.

“Even ini sungguh luar biasa, ini menyangkut silaturrahim, juga jadi ajang pembelajaran bagi generasi sebagai pelopor pelestarian budaya, ada banyak hal yang bisa kita temukan dalam event ini, semoga kegiatan ini terus di gelar setiap tahun dan akan menumbuhkan rasa kecintaanya te hadap budaya lokal” ujar dalang asal Purbalingga, Tulus Pangudi.

Dari tahun ke tahun sejak diselenggarakannya festival kentongan, animo masyarakat cukup tinggi, ini terbukti dengan jumlah pengunjung membludak, di setiap perhelatan Festival Kenthongan. Hal inilah menjadi memotivasi manajemen Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas untuk berusaha memberikan gelaran festival yang terbaik dari sisi teknis maupun dari sisi penyelenggaraan.

“Kegiatan ini kan setahun sekali, jadi rugi kalau tidak menonton. Biasanya selalu ada yang unik-unik dari penampilan grup-grup kentongan itu,” tutur Anisa Rahmawati, warga Kabupaten Banyumas yang juga ikut menonton festival kenthongan.

Even ini diikuti oleh 24 group kenthongan yang berasal dari enam Kabupaten di Jawa Tengah, yakni Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Kebumen dan Brebes. Karena sifatnya sebagai festival tahunan, seiring perjalannya waktu, kualitas grup peserta pun semakin meningkat secara signifikan, baik dari aspek musikalitas, penampilan dan kreatifitas.

Sebagai Wujud apresiasi terhadap keikutsertaan peserta, panitia telah menyiapakan hadiah piala dan uang pembinaan untuk setiap grup peraih predikat penampil terbaik pertama hingga keenam. Selain itu panitia juga menyiapkan uang transport dengan nilai total keseluruhan mencapai Rp 85 juta.

Diharapkan apresiasi ini dapat memotivasi remaja, pemuda dan pegiat seni untuk semakin giat berlatih dan dapat melestarikan seni Kenthongan atau Thek-thek Banyumasan. Tujuan di gelarnya even agar mendekatkan Purbasari Pancuran Mas sebagai destinasi wisata andalan Purbalingga kepada masyarakat luas.

Dalam Festival kentongan, ikuti hadir kepala SPN Purwokerto, Kombes Pol Juwito yang juga membuka festival ini. Selain trophy, 24 grup Thek-thek kentongan yang mengikuti even juga mendapat uang transport.

Untuk juara pertama mendapat uang pembinaan Rp 5 juta, juara kedua Rp 4,5 juta, hingga juara favorit mendapat Rp 2 juta. (kus)