Ganja Dua Puluh Bal Dari Aceh, Dicengkram Polisi Binjai.

BINJAI, REPORTASE.TV-Ketagihan Zulkarnaini alias Ijul (24) menjadi kurir ganja , dipatahkan Satreskoba Polres Binjai, dimana saat dirinya ingin mengantarkan ganja keempat kalinya ke Kota Medan sebanyak 20 bal dengan berat 20 kilogram. Ijul dicengkram di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Senin (8/4) pukul 5.30 WIB. Meski demikian, pria yang bermukim di Jalan Simpang Keuramat, Lhokseumawe ini telah sukses mengantarkan daun kering ganja tersebut sebanyak tiga kali sampai ke Kota Medan.

“Pertama dan kedua 15 kilogram. Ketiga 10 kilogram yang saya antar ke Medan,” kata pria kecil berwarna kulit hitam dalam gelar paparan di Mapolres Binjai, Rabu (10/4).

Setiap balnya dalam pengantaran kali ini mendapat upah Rp200 ribu.

Dari Aceh, dia mendapatkan ganja tersebut dari seseorang yang tak dikenalnya. “Berhubungan melalui hp. Saya tinggal bawa,” ujar dia.

Rencananya, ganja tersebut akan dibawa ke kawasan Aksara, Medan. Apes menjadikan Ijul nginap sel Polres Binjai, sebelum tiba di Medan. Ditanya apa alasannya nekat melakukan hal ini, Ijul hanya berkata, “Saya menyesal melakukan ini”.

Sementara itu, Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto didampingi Kasat Res Narkoba AKP Aris Fianto menyatakan, pengungkapan narkotika yang kedua selama diamanahkan sebagai orang nomor satu di jajaran Polres Binjai ini berkat informasi dari masyarakat pada Jum’at (5/4) lalu. “Tersangka membawa ganja dari Aceh menuju Medan dengan menumpangi Bus Lintas Aceh-Medan,” ujar Kapolres, masih ucapkan, penangkapan ini informasi masyarakat, ditindaklanjuti petugas Unit 1 Satresnarkoba Polres Binjai dengan penyelidikan. Selama tiga hari melakukan penyelidikan, akhirnya diperoleh keterangan lengkap.

“Ketika bus melintas di wilayah hukum Polres Binjai, petugas memberhentikan laju bus tersebut. Kemudian petugas dilakukan pemeriksaan barang-barang penumpang,” ujar Nugroho.

Hasilnya, petugas menemukan satu karung goni yang berisikan barang bukti modusnya yang disamarkan dengan lengkuas. “Menurut keterangan tersangka, hanya disuruh untuk mengantarkan saja kepada orang yang tidak dikenalnya yang berada di Medan. Saat ini, orang tersebut masih dalam penyidikan,” ujar Nugroho.

Oleh polisi, Ijul disangkakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya maksimal seumur hidup dan minimal 6 tahun penjara,” pungkas Nugroho.  (ivan)