Ganja Masuk Komoditas Tanaman Binaan Kementan, DPR: Bukan Hal Baru

Politisi Partai Golkar Wenny Haryanto (foto: Instagram)

Reportase.tv, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memutuskan tanaman ganja sebagai salah satu di antara tanaman obat komoditas binaan Kementerian Pertanian. Hal tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang ditandatangani Menteri Syahrul pada 3 Februari lalu, yang kemudian dicabut sementara.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR Wenny Haryanto mengatakan, masuknya ganja ke daftar tanaman obat bukanlah hal baru. Sebelumnya, Keputusan Menteri Pertanian Nomor 141/Kpts/HK.150/M/2/2019 tentang Jenis Komoditas Tanaman Binaan Lingkup Kementan juga sudah diterbitkan sebelumnya.

“Ganja itu masuk ke dalam jenis tanaman psikotropika tetapi juga telah masuk ke dalam kelompok tanaman obat sejak 2006 dengan Kepmentan Nomor 511/2006,” ujar Wenny Haryanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9).

Pembinaan yang dilakukan, kata Wenny, salah satunya ialah mengedukasi petani ganja untuk menanam tanaman produktif lain. Sedangkan untuk ganja yang ditanam sebelumnya akan dimusnahkan.

“Pengaturan ganja sebagai kelompok komoditas tanaman obat, hanya berlaku bagi tanaman ganja yang ditanam untuk kepentingan pelayanan medis dan atau ilmu pengetahuan, dan secara legal ditetapkan melalui UU Narkotika,” jelasnya.

“Akan tetapi belum ada satu pun petani ganja yang dilegalkan dan menjadi binaan Kementan,” imbuhnya.

Lebih jauh politisi Golkar ini mengakui, banyak manfaat dari tanaman ganja dan telah diteliti secara ilmiah. Namun, Mentan harus mengkoordinasikan masalah ini kepada Institusi penegak hukum, seperti BNN dan Polri, agar semangat pemberantasan narkoba tetap berjalan.

“Untuk urusan obat-obatan, jika niatnya baik, komunikasikan dengan Menteri Kesehatan dan BPOM, bekerjasama dengan baik. Kalaupun niatnya baik untuk menjadikan tanaman ganja sebagai obat-obatan, berkordinasilah dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.