Geber-Geber Motor  dan Aniaya Warga, 5 Pemuda di Banjarnegara Diamankan Polisi

Kasat Reskrim Polres Banjarnegara Ahmad Nurokhim memberikan keterangan kasus provokasi dan penganiayaan warga di Desa Wanayasa Banjarnegara.(foto/ahr)

Reportase.tv, Banjarnegara- Dua warga Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa  menjadi korban tindak kriminal penganiayaan oleh 5 orang warga Desa Grogol Kecamatan Batur. Peristiwa penganiayanan oleh tersangka  terhadap korban terjadi di depan rumah kedua korban di jalan Karangkobar-Wanayasa pada tanggal 31 Juli lau sekitar pukul 22.00 WIB.

Akibatnya korban mengalami luka-luka di sebagian wajah dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

Satreskrim polres Banjarnegara berhasil mengamankan lima orang tersangka berikut  sejumlah barang bukti. Kapolres Banjarnegara melalui Kasat Reskrim Polres Banjarnegara Ahmad Nurokhim mengatakan, kasus penganiayaan terjadi hanya gegara pelaku  tak terima ditegur oleh korban, karena menggeber gas sepeda motor saat melintas di Jalan Karangkobar-Wanayasa tepatnya di rumah makan Gunungsari.

Ahmad menambahkan, kejadian bermula saat  salah seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha RX King dengan cara menggeber-geber sepeda motor tersebut.

Karena dirasa mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan kemudian beberapa orang tersebut menanyakan kepada teman-teman pelaku siapa yang mengendarai sepeda motor.

Pertanyaan tersebut ternyata menyinggung pelaku dan langsung mendatangi korban yang saat itu sedang berkumpul dengan beberapa temannya dan kemudian terjadi perkelahian.

“Saat terjadi perkelahian, beberapa teman pelaku yang tidak jauh dari tempat kejadian mendatangi lokasi perkelahian dan langsung ikut memukuli korban ,”ujarnya kepada Wartawan  Rabu  (16/9/2020).

Kedua korban mengaku dikeroyok dan mendapat  pukulan beberapa kali dari para pelaku  dan sempat dibawa ke RSUD Banjarnegara.

Akibat dari kejadian tersebut para pelaku terjerat pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan dimuka umum terhadap orang secara bersama-sama. Tersangka terancam hukuman pidana paling lama 5 tahun 6 bulan.

“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi  masyarakat, khususnya anak-anak muda agar jangan memancing kegaduhan seperti yang terjadi di Desa Wanayasa, karena dari kejadian tersebut bisa menimbulkan kerusuhan masal,” katanya.<ahr>