Gubernur Khofifah Perintahkan Samsat Keliling Ikut Sosialisasi ke Masyarakat

Reportase.tv Surabaya – Sebanyak 88 pejabat eselon III dan IV Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim mendapat promosi maupun rotasi.

Dalam pelantikan yang di gelar di gedung negara Grahadi Surabaya itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berpesan terkait upaya yang telah dilakukan Pemprov Jatim dalam menangani covid-19. Untuk itu Bapenda diminta juga ikut terjun menyapa masyarakat melakukan sosialisasi pencegahan covid-19.

“Bapenda punya mobil samsat keliling bisa digunakan di hari-hari tertentu keliling kampung sambil memberikan imbauan (tentang bahaya virus Corona),” kata Gubernur Khofifah di gedung negara Grahadi, Surabaya, Kamis (9/4).

Selain himbauan, gubernur juga meminta mereka membagikan masker kain ke orang-orang yang ditemuinya di jalanan. “Kalau saudara memungkinkan bagi-bagi masker, bagikan masker kain. Nggak pantes hanya woro-woro saja,” katanya.

“Ada masker kain yang bisa dibagi-bagikan. Kepala Bapenda koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, karena hari ini 285 SMK semuanya diminta menjahit masker kain,” terangnya.

Di tengah wabah Corona, tidak lama lagi akan memasuki bulan Ramadan. Gubernur juga meminta pegawai Bapenda untuk membagikan infaq, sodaqoh. “Kenapa kita sampaikan ke Bapenda, karena memiliki UPT (Unit Pelaksana Teknis) di mana-mana,” katanya.

“Sisir dan sapa seperti petugas makam. Kalu melewati palang pintu kereta api, berikan (infaq, sodaqoh) ke penjaga palang pintu, petugas parkir yang sekarang terdampak karena kendaraan yang parkir sekarang berkurang, sopir angkot berikan infaq sodaqoh,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Jawa Timur Boedi Prijo Soeprajitno mengatakan ada sekitar 67 mobil Samsat Keliling yang siap menjalankan tugas sesui instruksi Gubernur Khofifah. “Kita punya mobil yang bisa kita manfaatkan untuk woro-woro. Kita akan masuk ke petugas makam, penjaga palang pintu kereta, sesuai arahan dari ibu gubernur,” kata Boedi.

Ia menegaskan, nantinya mobil samsat Keliling tidak ada transaksi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Boedi menegaskan, sudah ada 164 layanan unggulan yang dihentikan termasuk diantaranya Samsat Keliling. Serta tidak dikenakan denda pajak yang sudah jatuh tempo. “Tidak ada transaksi. Nanti hanya woro-woro saja,” pungkas Boedi. (Sfy)