Guru Madin dan TPQ di Banjarnegara di Jamin BP Jamsostek

Bupati Banjarnegara menyerahkan secara simbolis santunan dari BP jamsostek kepada Radityo Priyatmoko karyawan Serulingmas Interactive Zoo yang mengalami kecelakaan kerja beberapa waktu lalu. (foto/ahr)

Reportase, tv, Banjarnegara – BP Jamsostek menyerahkan kartu kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) kepada pekerja sosial keagamaan di Kabupaten Banjarnegara.

Secara simbolis kartu kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) diserahkan  oleh Bupati Banjarnegara kepada salah satu pekerja di Pringgitan Jum’at (16/10) kemarin.

Bersamaan penyerahan kartu Bp Jamsostek juga diserahkan klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) kepada perangkat desa, karyawan Perumda dan guru madrasah.

Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah Jateng dan DIY,  Suwilwan Rahmat, mengatakan, sejak awal Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berupaya mendorong para pekerja non formal dan sosial keagamaan untuk memiliki jaminan sosial BP Jamsostek.

Hal tersebut menurutnya sangat penting karena melalui BP Jamsostek tidak hanya memberikan perlindungan resiko kerja bagi pekerja namun program-program di dalamnya juga ikut membantu mensejahterakan pekerja.

“Ini akan menjadi percontohan di Jawa Tengah dan DIY, karena pertama kalinya di wilayah ini pekerja sosial keagamaan dijamin BP Jamsostek,” katanya

Willy menambahkan,  bantuan kepesertaaan tersebut merupakan subsidi dari Pemkab melalui Baznas. Pihaknya sangat menghargai kepedulian dari Pemkab dan BAZ Banjarnegara karena para pekerja jadi merasa terlindungi, sama seperti di perusahaan-perusahaan industri atau perkantoran.

“BP Jamsostek ini untuk mengantisipasi manakala terjadi kecelakaan kerja atau bahkan meninggal dunia, sehingga hak jaminan sosialnya sudah dipenuhi oleh pemerintah,” lanjutnya.

Sementara Ketua BAZ Nas Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo mengatakan, pemberian kartu peserta kepada pekerja sosial keagamaan merupakan bentuk kerja sama dengan BAZ dengan mengikutsertakan para guru ngaji dan Madin dalam program perlindungan jaminan sosial tenaga kerja BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri melalui insentif yang diberikan.

“Kami dari Baznas sudah mengalokasikan anggaran sebesar 125.779.000 untuk 6.564 karyawan non PNS, non gaji, guru madin, ponpes dan madrasah. Alhamdulillah sudah tercukupi dan akan terus kita tingkatkan,” jelasnya

Bupati Budhi Sarwono memberikan apresiasi kepada BP Jamsostek yang telah berinisiatif  dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja di Banjarnegara.

“Inilah bentuk komitmen kita semua untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang bekerja di Pemerintah Desa, guru TPQ, Madrasah Diniyah, Pondok Pesantren. Sehingga kedepan guru dan tenaga kependidikan kini mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Kami support sepenuhnya karena ini semuanya untuk kepentingan masyarakat,” katanya.(ahr)