Hari Ini, Ratih Akan Diperiksa Atas Dugaan Penistaan Agama Oleh Sukmawati Soekarnoputri

Reportase.tv Jakarta – Sekretaris Jenderal Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin, menyatakan pihaknya akan turut mendampingi salah satu simpatisannya Ratih Puspa Nusanti yang melaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penistaan agama dalam pemeriksaan hari ini di Polda Metro Jaya.

“Hari ini adalah jadwal pelapor yang bernama ibu ratih puspa nusanti untuk diperiksa sebagai pelapor kasus dugaan tindak pidana penistaan agama di polda metro jaya, kata Novel melalui aplikasi pesan kepada reportase.tv, Senin pagi (25/11/2019).

Novel mengimbuhkan, Ratih Puspa Nusanti yang diperiksa sebagai pelapor kasus dugaan penistaan agama di Polda Metro Jaya, akan menjalani pemeriksaannya pada pukul 14.00 WIB.

Dalam keterangan pers yang diterima reportase.tv, Ratih merupakan pelapor pertama kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri.

Sebelumnya diberitakan, Ratih Puspa Nusanti selaku simpatisan Korlabi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya karena ucapannya yang membuat perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden ke-1 RI Soekarno.

Ucapan Sukmawati itu dilontarkan pada saat ia menghadiri sebuah diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ di The Tribrata, Jakarta Selatan, pada Senin (11/11/2019).

Dalam diskusi itu, awalnya Sukmawati berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Kegiatan itu sendiri dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Sukmawati kemudian melontarkan pertanyaan tersebut kepada forum yang kemudian menuai kontroversi.

“Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad atau Insinyur Soekarno? untuk kemerdekaan Indonesia?” Ujar Sukmawati sebagaimana dikutip Suara.

Sebelumnya, pada Jumat (22/11/2019), rombongan Korlabi yang juga dikomandoi Novel Bamukmin dan Eggi Sudjana mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta.

Mereka bermaksud beraudiensi dengan pengurus MUI untuk memohonkan fatwa atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati. Namun, mereka di sana tak ditemui pejabat teras MUI. Tak ada satu pun pejabat yang dimaksud berada di kantor MUI Pusat yang berada di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

Ratih selaku simpatisan Korlabi membuat laporan penistaan agama ke polisi yang dilayangkan pada 15 November 2019 dan telah diregister dengan nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum.

Novel pun berharap pihak kepolisian menanggapi dengan serius laporan dugaan penistaan agama tersebut.

“Kami berharap pemeriksaan pelapor berjalan lancar dan hasilnya bisa dikembangkan menjadi proses lanjutan untuk terlapor diperiksa dan bisa terlapor dijadikan tersangka dari hasil gelar perkara nanti yg kami harapkan gelar perkara secara terbuka,” pungkas Novel. (Ist/Alf/Sfy)