Hilang Kontak Selama 21 Tahun, TKW Asal Cirebon Akhirnya Ditemukan

Reportase.tv Jakarta- Hilang kontak selama 21 tahun dengan keluarga, WNI asal Cirebon,  Turini alhirnya ditemukan.

Turini merupakan warga Kedawung, Cirebon berangkat ke Arab Saudi pada 24 Oktober 1998 lalu.

Selama itu, Turini  bekerja di rumah majikannya Aun Niyaf Alotaibi.

Turini hilang kontak dengan keluarga sejak 2014 lalu. Dengan minimnya data, KBRI Tiyadh sempat melakukan pencarian .

Setelah dinyatakan hilang puluhan tahun hilang, mendadak Turini muncul.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, pihak KBRI menerima informasi dari anak Turini terkait keberadaan ibundanya.

“KBRI saat itu menerima informasi dari anak Turini di Indonesia bahwa ibunya baru saja menghubunginya melalui nomor telepon WN Filipina” demikian disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, dalam keterangannya, Sabtu (20/7/2019).

Dari kabar tersebut, pihak KBRI lantas melakukan penelusuran soal keberadaan Turini. KBRI mengejar siapa siapa pemilik nomor WN Filipina yang digunakan Turini berkomunikasi ke keluarganya di Indonesia.

Rupanya, WN Filipina tersebut bekerja di majikan yang sama dengan Turini di Arab Saudi. Melalui komunikasi itu akhirnya KBRi mendapat kontak majikan Turini.

“Melalui komunikasi tersebut, KBRI berhasil mendapatkan kontak majikan Turini, yang kemudian diketahui bernama Feihan Mamduh Alotaibi, menantu dari majikan lama, Aun Niyaf Aun Alotaibi. Majikan lama sendiri sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu,” tutur Agus dilansir dari detik.

Agus menerangkan, selama bekerja dalam kurun waktu 21 tahun, Turini belum pernah menerima gaji, dan tidak memiliki akses komunikasi dengan keluarga di Indonesia. KBRI kemudian melakukan negosiasi dengan Feihan. 

Akhirnya, tanggal 2 April 2019, dengan bantuan Kantor Polisi Dawadmi, tim KBRI Riyadh bisa bertemu dengan Turini. Pada saat itu KBRI melakukan negosiasi langsung dengan Feihan, di kampung pedalaman Saudi. Letaknya sekitar 27 kilometer dari Riyadh. Dan, negosiasi berjalan alot.

“Namun dengan pendekatan ala santri, taqdimul adab (mengedepankan pendekatan sosial antropologis), alhamdulillah majikan luluh hatinya dan bersedia membayarkan hak-hak gaji Turini sebesar 150.000 riyal atau setara Rp 550 juta,” ucap Agus.

Terkait dengan denda overstay Turini selama 21 tahun akan dibebankan kepada Kafil atau majikan. Majikan juga harus menanggung tiket Turini yang akan terbang ke Indonesia pada hari Minggu 21 Juli 2019 dengan didampingi oleh staff KBRI berwarga negara Saudi, Muhammad al-Qarni yang terlibat langsung dalam penyelamatan Turini.(Re)