ICW Menilai Pernyataan Adian Napitupulu yang Menyebut Harun Masiku Korban Keliru

Peneliti Indonesia Coruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana (foto: Reportase.tv/Tri Setyo)

Reportase.tv, Jakarta – Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana mempertanyakan pernyataan politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu terkait kasus dugaan suap yang menyeret nama Harun Masiku. Seperti diketahui, Adian menyebut Harun merupakan korban harapan palsu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kurnia menilai ada yang keliru dari pernyataan Adian, karena Harun sendiri saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dan buron. Penetapan Harun sebagai tersangka jelas telah melalui sejumlah proses hukum yang ada.

“Kalau dia (Adian Napitupulu) tidak sepakat dengan penetapan tersangkanya, dia harusnya datang ke KPK. Lalu dia jelaskan kalau dia tidak sepakat, dia gugat praperadilan, kan itu mekanisme hukumnya,” ujar Kurnia di kantor ICW, Kalibata, Senin (20/1).

Kurnia berharap pihak lain tidak ikut memperkeruh suasana terkait status tersangka yang disandang Harun. Lebih baik semua pihak mendukung penuntasan kasus yang juga menyeret mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

“Kita berharap sebenarnya jangan ada upaya untuk mengesampingkan isu utamanya. Harun Masiku itu sudah jelas disangka melakukan tindak pidana korupsi, memberi suap kepada penyelenggara negara yang mana ini adalah Komisioner KPU,” tegasnya.

Saat ini, kata Kurnia, lebih baik masyarakat turut mengawasi kasus dugaan korupsi yang melibatkan Harun. Apalagi Harun telah jelas-jelas menunjukkan bahwa dirinya tidak bersifat kooperatif.

“Saya berharap masyarakat agar lebih baik fokus saja isu utama. Hari ini ada seseorang yang sudah disangka, tapi sampai hari ini tidak kooperatif pada penegak hukum,” katanya.

Seperti diketahui, politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu menduga Harun Masiku merupakan korban iming-iming KPU. Menurutnya, Harun hanya ingin memperjuangkan haknya menjadi anggota DPR, sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).