Ini Penjelasan Pelaku Pembunuh Sadis Wanita Tanpa Busana di Sumut

Reportase.tv Taput – Kasus pembunuhan Kristina Lasmatiar br Gultom (20) yang mayatnya ditemukan di perladangan warga di Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada Senin (5/8) sekitar pukul 08.30 WIB kemarin akhirnya terungkap. Dimana, pembunuhan tersebut dilakukan oleh tetangganya dikarenakan sakit hati.

Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Sutomo MS mengatakan bahwa tersangka bernama Rinto Hutapea (36) merupakan tetangga korban.

“Pelaku sebenarnya sudah kita amankan tak lama setelah penemuan mayat korban. Tapi kita harus mengumpulkan bukti-bukti agar bisa menjerat pelaku,” katanya, Jumat (9/8).

Sutomo menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara pelaku, dia membunuh wanita itu lantaran sakit hati karena dimaki oleh korban bahkan diludahi.

“Pada saat itu korban tengah berjalan di perladangan Sitolu-tolu Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Taput. Saat itu pelaku melintas dan mengajak korban boncengan. Namun, korban menolak bahkan memaki-maki dan meludahi tersangka,” jelasnya.

Kemudian, Sutomo menuturkan bahwa pelaku tidak terima dan langsung mengejar korban. Saat korban berhasil ditangkap, pelaku langsung mendorongnya hingga terjatuh ke perladangan di sana. Bahkan saat terjatuh, korban sempat meludahi pelaku. Pelaku emosi dan langsung menganiaya korban.

“Pelaku menumbuk wajah korban beberapa kali. Namun, korban tetap menjerit meminta tolong. Pelaku yang kalap langsung menyeret korban ke dalam perladangan. Disana korban dianiaya kembali. Pelaku akhirnya mencekik korban hingga tewas,” terangnya.

“Pelaku bahkan sempat membuang handphone milik korban di perladangan itu. Pelaku juga mengambil uang Rp 5 ribu yang ada di kantong korban,” sambung Sutomo.

Ditanya soal kondisi korban yang ditemukan tanpa baju, Sutomo menerangkan pengakuan tersangka, baju itu terlepas saat pelaku menyeret korban ke dalam perladangan.

“tapi itu pengakuan sementara. Nanti di dalami lagi terutama dugaan adanya persetubuhan terhadap pelaku,” ungkap Sutomo.

Akibat perbuatannya, pelaku polisi dijerat dengan Pasal 338 mengenai pembunuhan dan Pasal 365 (3) mengenai pencurian yang disertai pembunuhan.

“Kita masih kembangkan kasus ini,” pungkas Sutomo. (Re)