Investasi Bodong Uang Digital Rugikan Nasabah Milyaran Rupiah

Reportase.tv Tangsel РPuluhan orang menjadi korban investasi bodong mengatasnamakan uang digital (cryptocurrency), investasi uang digital yang penyebarannya sangat cepat melalui perkembangan teknologi internet, termasuk melalui handphone. 

Perusahaan bitcoin atas nama PT Dunia Coin Digital dilaporkan ke pihak Kepolisian oleh para nasabah yang telah menjadi korban, disebutkan perusahaan tersebut diduga tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun sejak 2016 lalu perusahaan tersebut aktif beroperasi menjaring masyarakat luas untuk menjadi member. 

Hal ini di jelaskan Ibrahim Yahya dan Irfan selaku kuasa hukum Korban Investasi bodong dalam pertemuan bersama beberapa awak media di jalan Reni Jaya Pamulang Barat Kota Tangerang Selatan, Rabu (18/09/19).

“Berdasarkan pengakuan para korban yang datang ke kantor kami kuasa hukum , setiap orang dapat menaruh dana di WX-Coin dengan cara membeli paket yang dikehedaki dan anggota dijanjikan bagi hasil berupa bonus pasif yang dibayar setiap 10 hari, members yang berhasil menggaet anggota baru bisa mendapatkan bonus aktif yang dibayar harian kisaran 1,2 jt,” terang Ibrahim.

Ia melanjutkan bahwa model sepeti ini sudah tidak memenuhi unsur penawaran, tidak logis, juga bukan bisnis yang legal, “sebagaimana ditegaskan oleh Satgas Waspada Investasi bahwa WX-Coin merupakan salah satu dari 18 entitas yang melakukan praktik investasi ilegal,” tandasnya. 

Ia berharap kepada penyidik, selain memaksimalkan undang-undang terkait, juga dapat mengembangkan tindak pidana lainnya.

Tidak menutup kemungkinan  dengan terbongkarnya tipu muslihat terlapor, diduga ada pihak yang dirugikan secara imateri.

“Kami menyakini, laporan yang kami buat di Mabes Polri ini akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Dan kami menghimbau kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh saudara terlapor harap membuat pengaduan datengi kantor-kantor polisi terdekat,” paparnya.

Di tempat yang sama salah satu korban Tju R Dina (50), menuturkan, awalnya Ia ditawari dan dikenalkan dari seorang teman pada sekitar bulan april 2018 dengan orang berinisial AMH. Dia menceritakan bahwa menjalankan bisnis ini amanah dari masyarakat menengah kebawah dan bersifat membantu. 

“Wah hebat kata saya. Kemudian saya berinvestasi dimulai dengan paket gold, yaitu senilai Rp 6,8 juta saya memulai dengan dua paket, 10 hari berjalan, saya terima keuntungan investasi itu. Awalnya  saya merasa bonus lumayan karena besar Rp 6,8 juta, 10 hari saya dapat Rp 250 ribu,” jelasnya.

Dia melanjutkan ada paket titanium Rp 45 juta dengan bonus senilai Rp 6,6 juta, Akhirnya saya menjual mobil untuk menambah jumlah  dan mengajak teman-teman yang lain. Seiring waktu karna pakai OJK diganti dengan WS point saya mulai ragu karna terkadang sudah masuk coin, namun coin tidak bisa di uangkan, dengan alasan ada masalah dengan maintenent dan input lainnya,” terangnya.

Dina meneruskan, menurutnya, perusahaan mengarahkan para member membeli paket-paket yang tersedia, yakni paket Silver Rp1,4 jutaan, Gold Rp7,3 juta, Platinum Rp 14 juta, dan Titanium Rp 43 juta.

Tiap pembelian paket diiming-imingi bagi hasil bonus pasif yang dibayar setiap 10 hari sekali, member juga bisa mendapat bonus aktif yang dibayar harian jika bisa mengajak orang lain bergabung membeli paket.

“Nah untuk mengelabui membernya, perusahaan berganti-ganti nama dari PT Dunia Coin Digital berubah menjadi WX Coins dan berubah lagi menjadi X-One System, dengan pola penjaringan member yang sama. Saya juga di janjikan, jika dapet orang, saya akan dapat input lagi dia akan bantu member saya yaitu member WXCoin, dia bilang Coin ini akan kita up naik. Kita awal percaya karna beliau berjanji akan naik jika tidak naik dia akan menggunakan rok,” tuturnya.

Dirinya mengaku mulai curiga pada bulan Desember 2019 dan harus mengembalikan uang timnya sebayyak 100 orang.

“Saya hingga jual rumah dan mengembalikan uang anggota tim yang sudah saya rekrut total semua satu tim ada sekitar Rp 6 milyar dan uang pribadi saya ada sekitar Rp 1,5 Milyar,” pungkasnya. (Hen/Sfy)