Kapal Nusantara 88, Harapan Baru Tol Laut Indonesia

JAKARTA, REPORTASE.TV – Sebagai negara maritim, sarana transportasi laut memiliki peranan sangat penting bagi Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan transporasi laut dan menekan disparitas harga barang antardaerah, gabungan perusahaan anak negeri memproduksi kapal bernama Sabuk Nusantara 88. Kapal ini dapat digunakan sebagai sarana transportasi laut masal.

Inilah penampakan kapal motor penumpang buah karya anak negeri. Kapal yang diberi nama Sabuk Nusantara 88 ini merupakan salah satu pesanan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang nantinya digunakan sebagai kapal tol laut.

Setelah dikerjakan selama dua puluh enam bulan, kapal berbobot dua ribu Gross Tonage ini secara resmi diluncurkan di galangan satu PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (15/11/2017).

Kapal hasil kerjasama operasi antara PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dengan PT Krakatau Shipyard ini berkapasitas empat ratus tujuh puluh dua penumpang. Kapal ini dilengkapi dengan ruang tidur yang seluruhnya dilengkapi pendingin udara dan tempat penyimpanan barang.

Rencananya, kapal ini akan diserahkan ke Kemenhub pada Desember mendatang bersamaan dengan dua kapal perintis lain yang sedang dikerjakan .

Ketua Panitia yang sekaligus Pimpinan Kerjasama Operasi (KSO) PT.DKB dan Krakatau Shipyard (KS) Listianto Koeshandoko, mengatakan, pihaknya tengah membangun dua kapal perintis dan satu kapal kontiner yang rencananya untuk pelayaran Nusa Timur. Kapal yang dibangun pun sesuai standar keselamatan kapal nasional.

“Kita sesuai standar keselamatan kapal nasional. Ini kita sudah mampu membuat kapal-kapal Indonesia seperti kapal perintis ini. Kita beraharap, Kementerian Perhubungan akan melanjutkan. pembuatan kapal Indonesia ke depannya,” ujar Listianto.

Untuk memperluas jangkauan tol laut, Kementerian Perhubungan akan menambah dua puluh satu kapal yang terdiri dari enam kapal penumpang, dan lima belas kapal kontainer perintis.
Penambahan kapal bertujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut bagi warga kepulauansekaligus untuk menekan disparitas harga barang di wilayah terpencil.(Ida)