Kapolri Cabut Aturan Pembubaran Kerumunan Saat Masa Transisi New Normal

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (foto: Ist)

Reportase.tv, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencabut Maklumat terkait larangan dan upaya pembubaran terhadap kerumunan, guna pencegahan penularan Covid-19. Pencabutan maklumat tersebut tertuang dalam telegram Kapolri no STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020.

“Polri mengeluarkan surat telegram no STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 tentang Perintah Kepada Jajaran Mengenai pencabutan Maklumat Kapolri dan Upaya Mendukung Kebijakan Adaptasi Baru/New Normal,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono melalui keterangannya resminya.

Meski instruksi pembubaran kerumunan telah dicabut, namun kata Argo, dalam telegram tersebut Polri tetap diminta waspada. Polri tetap diminta melakukan pengawasan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

“Masyarakat tetap diminta memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan. Selain itu, tetap harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Polri, lanjut Argo, juga tetap menjalin kerjasama antar lembaga guna pencegahan penyebaran virus corona. Polri juga bersama pihak terkait juga tetap akan memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.

“Bagi daerah-daerah yang masih menerapkan PSBB atau daerah yang masih dalam kategori orange dan merah tetap lakukan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sebelumnya memerintahkan untuk menindak tegas pihak yang masih membuat acara dan melibatkan banyak orang. Ketentuan itu tercantum dalam Maklumat Nomor: MAK/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan. Namun harus dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan Covid-19,” kata Idham dalam maklumat tersebut.